Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teror Molotov di Depan Pos Sekuriti UNM, 2 Mahasiswa Sintalaras Luka Bakar

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diperkirakan sekitar 10 orang yang berboncengan motor.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
REKAMAN CCTV - Tangkapan layar rekaman CCTV penyerangan molotov di depan gerbang sekuriti Kampus UNM, Jl Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (11/3/2026) dini hari. Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diperkirakan sekitar 10 orang yang berboncengan motor. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Teror bom molotov kembali terjadi di Kota Makassar.

Kali ini menimpa dua mahasiswa UKM Sintalaras Universitas Negeri Makassar (UNM) di depan pos sekuriti Kampus UNM, Jalan Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Rabu (11/3/2026) dini hari.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diperkirakan sekitar 10 orang yang berboncengan motor.

Seorang dari mereka tiba-tiba melemparkan molotov yang memicu nyala api.

Dua mahasiswa, MNT (21) dan WK (21), mengalami luka bakar akibat ledakan dan api molotov.

MNT menderita luka di wajah dan bagian belakang kepala, sementara WK mengalami luka bakar di tangan kanan.

Keduanya awalnya dilarikan ke RS Faisal, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara untuk perawatan lebih lanjut.

Kejadian ini berlangsung saat kedua korban tengah berkendara melintas di dekat pos sekuriti.

Ketua Sintalaras UNM, Abdul Fathur Syam, mengatakan peristiwa itu terekam jelas oleh kamera CCTV pada pukul 03.22 WITA.

“Mengenai motif, kami tidak mengetahui persis. Korban maupun organisasi kami tidak punya musuh atau masalah dengan kelompok manapun,” ujar Fathur, yang akrab disapa Gabro, kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Fathur juga menekankan, pihak mahasiswa mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini secepat mungkin.

Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, mengatakan personel Unit Reskrim Polsek Rappocini telah menindaklanjuti kejadian itu dengan olah TKP, memutar rekaman CCTV, dan memeriksa saksi.

“Hasil rekaman CCTV menunjukkan pelaku sekitar 10 orang menggunakan motor Scoopy.

Saat ini kasus masih dikembangkan bersama Jatantras dan Polrestabes,” jelas Ismail.

Peristiwa tersebut menambah daftar kasus serangan bom molotov yang terjadi di Makassar sejak 2025.

Beberapa insiden bahkan menyasar fasilitas publik hingga lingkungan mahasiswa.

Berikut rangkuman sejumlah kasus pelemparan bom molotov di Makassar sejak 2025.

Pos Polantas Pettarani–Alauddin Diserang

Kasus pertama terjadi pada 22 Maret 2025.

Sebuah pos polisi lalu lintas di perempatan Jalan Andi Pangeran Pettarani–Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, diserang orang tak dikenal menggunakan bom molotov sekitar pukul 02.00 Wita.

Di lokasi kejadian ditemukan pecahan botol dan bekas asap di dinding pos.

Polisi awalnya kesulitan mengidentifikasi pelaku karena rekaman CCTV di lokasi buram.

Beberapa hari kemudian, Polrestabes Makassar berhasil menangkap tiga pelaku, yakni Muh Rezky Pratama (19), Muh Suandi (19), dan Fransiskus Sandy Diets (18).

Polisi menyebut aksi tersebut dilakukan karena para pelaku ingin membuat suasana kota menjadi rusuh.

Saat  aksi, mereka juga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Meski tidak menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pos polisi, kejadian ini memicu kekhawatiran terkait potensi serangan terhadap fasilitas publik.

Asrama Mahasiswa Diserang Molotov

Serangan molotov kembali terjadi pada 4 Juli 2025.

Kali ini menyasar sebuah asrama mahasiswa di Jalan Adipura Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Puluhan orang tak dikenal menyerang area asrama dan melemparkan bom molotov pada dini hari.

Akibat kejadian tersebut, seorang mahasiswa mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menduga serangan dipicu konflik antar kelompok mahasiswa yang sebelumnya terlibat saling ejek.

Sekretariat Mahasiswa Unismuh Dilempari Molotov

Kasus serupa kembali terjadi pada 3 November 2025.

Sekretariat mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, dilempari bom molotov oleh dua orang pelaku yang datang menggunakan sepeda motor.

Saat kejadian, sejumlah mahasiswa sedang berkumpul dan mengerjakan tugas di sekretariat tersebut.

Tiba-tiba pelaku melemparkan molotov yang memicu ledakan dan kobaran api.

Akibat insiden itu, seorang mahasiswa berinisial EH (19) mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis.

Dua Kelompok Bocah Saling Serang Molotov

Pada 15 September 2025, dua kelompok anak terlibat saling serang menggunakan bom molotov di Jalan Monginsidi Baru, Blok AB8, Balla Parang, Kecamatan Rappocini.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang pelaku yang masih berusia 12 tahun.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan penggunaan bom molotov bahkan melibatkan anak di bawah umur.

Pernah Terjadi Saat Demo Besar

Selain kasus-kasus tersebut, penggunaan bom molotov juga sempat terjadi dalam kerusuhan saat demonstrasi besar di Makassar pada 30 Agustus 2025.

Dalam aksi tersebut, demonstran melemparkan bom molotov dan membakar sejumlah kendaraan serta bangunan di sekitar kantor DPRD.

 Insiden kebakaran yang terjadi saat kerusuhan dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Serangkaian kasus tersebut menunjukkan penggunaan bom molotov masih menjadi ancaman serius di Kota Makassar.

Bom molotov kerap muncul dalam berbagai konflik, mulai dari kriminal jalanan hingga aksi massa. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved