Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Sulsel

Temuan DPRD Sulsel: Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Cuma 4 Senti

Temuan itu memicu sorotan Anggota Komisi D DPRD Sulsel, menilai pengerjaan proyek tersebut tidak profesional.

Tayang:
Tribun-timur.com
PROYEK ASPAL - Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid (kanan) meninjau langsung proyek pengaspalan Jl Letjen Hertasning, Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). Dari hasil pengecekan di lapangan, ketebalan aspal ditemukan hanya sekitar 4 sentimeter sehingga memicu sorotan dewan yang menilai pengerjaan proyek tersebut tidak profesional.  

"Aspal itu sangat sensitif dengan air. Itu musuh utamanya," ujarnya.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada proyek jalan nasional di ruas Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Urip Sumoharjo.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel pada akhir 2025.

Saat itu, pengaspalan sebenarnya telah selesai.

Namun, hujan yang turun selama beberapa hari berturut-turut menyebabkan sebagian lapisan aspal mengelupas.

"Selesai sebenarnya, tapi setelah diaspal hujan terus," kata Kepala Satker PJN III Sulsel, Malik.

Sebagai tindak lanjut, BBPJN Sulsel kemudian melakukan pengaspalan ulang sejak akhir Januari 2026.

Ruas Jl Urip Sumoharjo telah selesai diaspal ulang, sementara pengerjaan di Jl Perintis Kemerdekaan masih dilakukan secara bertahap.

Pengaspalan sisi kanan jalur dari Pintu I Universitas Hasanuddin hingga depan Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri (Yonkav 10/Serbu) Km 11 telah rampung.

Selanjutnya, pekerjaan difokuskan pada sisi kiri jalur hingga kawasan depan Pesantren IMMIM Putra.

Pengaspalan di depan Kantor PW Muhammadiyah Sulsel juga masih berlangsung secara bertahap.

Kondisi jalan yang masih terlihat mengalami asphalt cutting menunjukkan proses pengerjaan masih berjalan.

Koordinator Proyek PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad, mengatakan pengaspalan sisi kiri dilakukan mulai dari depan gereja menuju kawasan IMMIM.

Pengerjaan tersebut melewati Pintu II Universitas Hasanuddin hingga titik putar balik kendaraan (U-turn).

Sementara untuk kawasan BTP, pengaspalan difokuskan pada titik-titik jalan mengalami kerusakan atau berlubang.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved