Imlek 2026
Imlek dan Cap Go Meh di Makassar
Baginya, menjaga tradisi bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, melainkan merawat jati diri dan menghormati warisan para leluhur.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Vihara Istana Dewi Kwan Im, Felix Wisan, berbagi cerita seputar perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 dalam program Bincang Komunitas, Sabtu (14/2/2026).
Bincang Komunitas secara virtual dipandu host Fiorena Jieretno.
Felix memperkenalkan diri sebagai pimpinan spiritual sekaligus Ketua Vihara Istana Dewi Kwan Im.
Ia mengisahkan perjalanannya menekuni ajaran Buddha sejak usia 16 tahun.
Tiga tahun berselang, ia mulai aktif membimbing umat dan mendirikan tempat ibadah dengan dukungan Bapak Angka.
Kini, hampir dua dekade ia mengabdikan diri dalam pelayanan spiritual.
Baginya, menjaga tradisi bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, melainkan merawat jati diri dan menghormati warisan para leluhur.
“Tradisi adalah identitas kita. Menghargai budaya berarti menghargai para tetua terdahulu,” katanya.
Pada perayaan Cap Go Meh tahun ini, sekira 1.000-an peserta ambil bagian dalam arak-arakan ritual yang terbuka untuk umum.
Prosesi ini diharapkan menjadi simbol doa dan harapan agar Kota Makassar senantiasa aman, sentosa, serta dijauhkan dari marabahaya.
Makna Imlek dan Cap Go Meh Menurut Felix Wisan?
Makna Imlek menurut saya adalah kembali berbenah diri untuk memasuki tahun baru, baik dalam keluarga maupun pekerjaan, agar kita semangat menghadapi tahun yang penuh makna.
Sedangkan Cap Go Meh adalah hari ke-15 penanggalan Imlek saat bulan purnama.
Persiapan Wihara Istana Dewi Kwan Im menyambut Imlek?
Persiapan sudah kami lakukan. Hari kedua setelah Imlek ada upacara menjemput Dewa Harta (Dewa Chison) jam lima pagi.
Mulai 21 Februari sampai 3 Maret ada upacara pengobatan spiritual dengan mendatangkan tujuh orang Tangsing dari Tomohon, dan 20 tua-tua Tanah Minahasa yang akan berkolaborasi dengan kami.
Tanggal 24 Februari juga ada sembahyang "Meja Tinggi" atau Fighting Pong.
Akan ada festival arak-arakan atau kirab budaya juga ya?
Betul, namanya arak-arakan ritual.
Tujuannya mengundang para roh suci dan dewata untuk melindungi Makassar agar dijauhkan dari bencana dan marabahaya.
Prosesi ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari jam 4 sore di sekitar Jalan Sulawesi.
Acara ini terbuka untuk umum, bukan hanya warga Tionghoa.
Ada perubahan antusiasme warga dari tahun ke tahun?
Sangat antusias, setiap tahun makin ramai. Apalagi tahun ini spektakuler karena kami datangkan Tatung dan tua-tua Minahasa (seperti Dayak Sulawesi Utara) untuk berkolaborasi menunjukkan budaya setempat.
Kami ingin ini menjadi agenda pariwisata tetap untuk Kota Makassar.
Bisa dijelaskan bagian spiritual dimaksud saat perayaan nanti?
Bagian spiritual itu ada upacara sembahyang bersama untuk "buka jalan" agar acara lancar.
Ada ritual seperti memotong lidah atau menusuk (kebal) melalui media Tangsing sebagai simbol roh suci turun menolong manusia.
Tahun ini ada tujuh Tatung, 20 orang tua-tua Minahasa, dan 25 Kio (tandu dewa) dalam 40 barisan perarakan. Sudah ada sekitar 1.000 orang lebih yang terdaftar dalam prosesi.
Apa harapan untuk Imlek dan Cap Go Meh tahun 2026 ini?
Harapannya semoga warga Makassar terhibur dan membawa berkah agar kota kita aman, sentosa, masyarakat makin makmur, dan dijauhkan dari segala bencana.(*)
Imlek 2026
Cap Go Meh
Vihara Arama Maha Buddha
Vihara Buddha Maitreya
Vihara Ibu Agung Bahari Makassar
Vihara Sasanadipa
Vihara Vimalakirti
vihara di makassar
Vihara Girinaga
| 15 Pertunjukan Warnai Festival Imlek Huabao |
|
|---|
| Tahun Kuda Api Datang 60 Tahun Sekali, Ini Pesan Walubi dan KCBI Sulsel |
|
|---|
| Miguel Dharmadjie: Tahun Kuda Api 2026 Momentum Kebangkitan |
|
|---|
| Imlek 2026 Dinilai Istimewa, KCBI Sulsel: Momentum Harmoni Lintas Agama |
|
|---|
| Imlek 2026, Walubi Sulsel Bagikan 200 Bingkisan untuk Warga Tionghoa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TIONGHOA-CAP-GO-MEH8.jpg)