Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

66 Ribu Warga Makassar Masih Menganggur, Ini Solusi Pemkot

Tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar pada tahun 2025 tercatat sebesar 9,60 persen dari total 688.454 penduduk angkatan kerja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN TIMUR/Siti Aminah
PENGANGGURAN MAKASSAR - Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar. Agenda berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla Jl Chairil Anwar, Rabu (4/2/2026). 

Makassar Creative Hub (MCH), serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai strategi utama menekan angka pengangguran di Kota Makassar.

Kedua program ini diarahkan untuk menjawab persoalan keterbatasan keterampilan kerja sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pekerja, khususnya kelompok rentan.

Melalui Makassar Creative Hub, Disnaker memfasilitasi pelatihan kerja berbasis minat dan potensi generasi muda.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Baharuddin Mustamin mengatakan, program ini menyasar keterampilan praktis yang memiliki peluang pasar. 

Seperti tata boga, barbershop, servis handphone, cuci AC, hingga usaha jasa lainnya. 

Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Selain itu, MCH juga menjadi wadah pembinaan kreativitas anak muda agar terlibat dalam aktivitas yang produktif dan positif. 

"Program ini diharapkan mampu mengurangi potensi pengangguran usia muda sekaligus menekan risiko munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat," harap Baharuddin. 

Di sisi lain, Disnaker Makassar memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. 

Program ini memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja informal, pekerja berisiko, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap terlindungi saat menjalankan aktivitas kerja.

Perlindungan jaminan sosial tersebut mencakup upaya memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya. 

Sehingga mereka dapat bekerja secara produktif tanpa kekhawatiran terhadap risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian ekonomi. 

"Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan," ujar Baharuddin. 

Dengan mengombinasikan penguatan keterampilan melalui Makassar Creative Hub dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan. 

Sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved