Pemekaran Luwu Raya
23 Januari, Luwu Raya Tagih Janji Negara, Desak Pemekaran dan Keluar dari Sulsel
Gelombang demonstrasi besar-besaran diperkirakan akan melanda Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.
Penulis: Tim Redaksi Tribun Timur | Editor: Saldy Irawan
“Dalam diri saya mengalir darah legislator. Semangat pemekaran itu akan saya jaga,” ucapnya.
Sebagai pimpinan DPRD, ia berjanji mengawal aspirasi rakyat melalui jalur diplomasi politik.
Menurutnya, komunikasi antar-DPRD dan kepala daerah telah dibangun sejak November lalu, dengan target utama terbentuknya Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.
Prinsip Toddupuli Temmalara keberanian memperjuangkan kebenaran—menjadi pegangan.
“Kita ini cucu Sawerigading. Falsafah kita jelas berani menyampaikan kebenaran,” tandasnya.
Ketua Komisi I DPRD Luwu, Basaruddin, menambahkan bahwa lobi politik ke DPR RI tengah berjalan.
“Tugas kami meyakinkan teman-teman di Jakarta agar DOB Provinsi Luwu Raya dan Luwu Tengah segera terwujud,” katanya.
Menjelang 23 Januari, Luwu Raya tak hanya mengenang sejarah. Ia bersiap menuliskannya kembali di jalanan.(*)
| Masyarakat Adat Rongkong Pasang Badan Demi Pemekaran Provinsi Luwu Raya |
|
|---|
| Demo DOB Luwu Raya Memanas, Massa Pakai Keranda Bertuliskan Gubernur Sulsel Blokade Jalan |
|
|---|
| Dua Warga Palopo Dukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Ini Alasannya |
|
|---|
| Bupati Lutim dan Lutra Ikut Andi Sudirman ke Singapura, Aktivis: Aneh Juga Rasanya |
|
|---|
| Malam-malam, 4 Kepala Daerah Luwu Raya Temui Gubernur Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-21-luwu-raya-11.jpg)