Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

3 Hari Hujan Banjir Rendam Katimbang Makassar, Ratusan Warga Mengungsi

Ratusan jiwa terpaksa mengungsi ke kantor lurah, sekolah, dan masjid. Kelompok rentan mendominasi pengungsian, posko kesehatan disiagakan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa/bpbd makassar
BANJIR KATIMBANG – Personel BPBD Kota Makassar menyerahkan bantuan kepada warga pengungsi terdampak banjir di Kantor Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (11/1/2026). Hujan deras selama tiga hari memaksa ratusan warga mengungsi. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir merendam Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, akibat hujan deras sejak Jumat hingga Minggu (9–11/1/2026). 
  • Ratusan warga mengungsi ke empat lokasi, termasuk kantor lurah, sekolah, dan masjid. 
  • Mayoritas pengungsi merupakan kelompok rentan. Posko kesehatan disiagakan untuk melayani warga terdampak.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akibat hujan berintensitas tinggi sejak Jumat hingga Minggu (9–11/1/2026).

Hingga Minggu (11/1/2026) pukul 23.41 Wita, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman karena air terus naik dan menggenangi rumah mereka.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, warga terdampak diungsikan ke empat titik, yakni:

Kantor Lurah Katimbang

SDN Paccerakkang

Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3

Masjid Lailatul Qadar Blok AF.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli, menyebutkan sebanyak 17 kepala keluarga (KK) dengan total 61 jiwa mengungsi di Kantor Lurah Katimbang.

“Pengungsi terdiri dari 22 laki-laki dewasa, 20 perempuan dewasa, 10 anak-anak, tujuh balita, serta dua ibu hamil,” kata Fadli.

Selain itu, SDN Paccerakkang juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian.

Di lokasi tersebut tercatat 55 KK dengan total 201 jiwa terdampak banjir.

Mayoritas pengungsi merupakan kelompok rentan, terdiri dari 53 laki-laki dewasa, 68 perempuan dewasa, 54 anak-anak, 18 balita, lima bayi, serta tiga lansia perempuan.

Sementara itu, Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3 menampung empat KK dengan total 18 jiwa, yang didominasi warga dewasa serta tiga balita dan anak-anak.

Di Masjid Lailatul Qadar Blok AF, tercatat 10 KK atau 39 jiwa mengungsi, termasuk satu ibu hamil dan satu lansia perempuan.

Pantauan di lokasi, air banjir menggenangi jalan lingkungan dan permukiman warga dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah karena tidak lagi dapat beraktivitas.

Pengungsi tampak beristirahat seadanya dengan perlengkapan terbatas, sebagian besar hanya membawa pakaian dan kebutuhan mendesak.

Hingga kini, aparat kelurahan bersama relawan masih melakukan pendataan dan pemantauan di seluruh titik pengungsian.

Warga berharap air segera surut serta bantuan logistik, khususnya untuk bayi, balita, dan ibu hamil, dapat segera disalurkan.

Fadli menyebut, banjir di Katimbang kembali menegaskan kerentanan wilayah utara Makassar terhadap cuaca ekstrem saat hujan lebat berlangsung dalam waktu lama.

Sejumlah dinas terkait telah melakukan penanganan di lokasi terdampak. Dinas Kesehatan Kota Makassar, misalnya, telah mendirikan posko kesehatan di setiap lokasi pengungsian.

Petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap warga terdampak banjir.

“Keluhan warga umumnya gatal-gatal, demam, batuk pilek, serta kelelahan akibat kurang istirahat. Petugas juga memberikan vitamin dan obat-obatan dasar, terutama kepada anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin. (*)

 


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved