Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Makassar

Soroti Isu Viral vs Substansial, Arief Wicaksono Tantang DPRD Makassar Perkuat Analisis Data

Akademisi Arief Wicaksono menekankan DPRD Makassar harus cermat membedah isu viral dan persoalan substansial di masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa/Humas DPRD Makassar
DISKUSI DPRD MAKASSAR – Akademisi Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menjadi narasumber Diskusi Publik dan Refleksi Akhir Tahun DPRD Kota Makassar, bertema "DPRD Kota Makassar Membaca Isu, Merespon Aspirasi", di Hotel Aston Makassar, Rabu (24/12/2025). Arief menekankan pentingnya membedah isu viral dan persoalan substansial berbasis data. 

Ia mencontohkan, musim kemarau Juli-September warga mengeluhkan krisis air bersih, sementara pada Desember justru menghadapi banjir.

“Apakah DPRD sudah mempertanyakan kontradiksi ini kepada PU atau PDAM? Ini bagian dari komunikasi politik antara legislatif dan eksekutif,” tegasnya.

Arif juga menyoroti ketergantungan DPRD terhadap laporan periodik saat reses. 

Ia mendorong pemanfaatan data alternatif seperti media untuk menangkap aspirasi publik secara real time.

Ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam memilah isu viral di media sosial dengan persoalan substantif di akar rumput.

“Yang viral seringkali cepat ditangani, padahal bisa jadi ada masalah yang jauh lebih substansial tapi tidak viral,” ujarnya.

Ia menyarankan DPRD mengumpulkan kata kunci dominan dari kolom komentar media sosial, seperti banjir, macet, sampah, dan air bersih, lalu memetakannya secara sistematis.

Dari sana, DPRD dapat membuat perbandingan before-after untuk mengukur dampak kebijakan atau respons pemerintah.

Arif mengakui, isu dengan engagement tinggi di media sosial cenderung mendapat respons lebih cepat karena berkaitan dengan eksposur dan popularitas politik.

“DPRD memang cenderung lebih reaktif terhadap isu yang viral dibanding laporan formal warga. Ini realitas yang harus dikelola agar tidak mengabaikan persoalan yang lebih mendasar,” pungkasnya. 

Ketua DPRD Makassar Supratman menyampaikan, DPRD memiliki peran strategis sebagai wakil rakyat.

Tidak hanya sebagai lembaga pembuat regulasi dan pengawas jalannya pemerintahan, tetapi juga sebagai jembatan utama antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. 

Karena itu, kemampuan DPRD Kota Makassar dalam membaca isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan.

"Kita dituntut melek terhadap berbagai isu penting, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga persoalan sosial dan ekonomi kemasyarakatan," kata Supratman. 

Isu-isu tersebut tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari realitas kehidupan warga yang harus didengarkan, dipahami, dan dicarikan solusi bersama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved