DPRD Makassar
Soroti Isu Viral vs Substansial, Arief Wicaksono Tantang DPRD Makassar Perkuat Analisis Data
Akademisi Arief Wicaksono menekankan DPRD Makassar harus cermat membedah isu viral dan persoalan substansial di masyarakat.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ia mencontohkan, musim kemarau Juli-September warga mengeluhkan krisis air bersih, sementara pada Desember justru menghadapi banjir.
“Apakah DPRD sudah mempertanyakan kontradiksi ini kepada PU atau PDAM? Ini bagian dari komunikasi politik antara legislatif dan eksekutif,” tegasnya.
Arif juga menyoroti ketergantungan DPRD terhadap laporan periodik saat reses.
Ia mendorong pemanfaatan data alternatif seperti media untuk menangkap aspirasi publik secara real time.
Ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam memilah isu viral di media sosial dengan persoalan substantif di akar rumput.
“Yang viral seringkali cepat ditangani, padahal bisa jadi ada masalah yang jauh lebih substansial tapi tidak viral,” ujarnya.
Ia menyarankan DPRD mengumpulkan kata kunci dominan dari kolom komentar media sosial, seperti banjir, macet, sampah, dan air bersih, lalu memetakannya secara sistematis.
Dari sana, DPRD dapat membuat perbandingan before-after untuk mengukur dampak kebijakan atau respons pemerintah.
Arif mengakui, isu dengan engagement tinggi di media sosial cenderung mendapat respons lebih cepat karena berkaitan dengan eksposur dan popularitas politik.
“DPRD memang cenderung lebih reaktif terhadap isu yang viral dibanding laporan formal warga. Ini realitas yang harus dikelola agar tidak mengabaikan persoalan yang lebih mendasar,” pungkasnya.
Ketua DPRD Makassar Supratman menyampaikan, DPRD memiliki peran strategis sebagai wakil rakyat.
Tidak hanya sebagai lembaga pembuat regulasi dan pengawas jalannya pemerintahan, tetapi juga sebagai jembatan utama antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah.
Karena itu, kemampuan DPRD Kota Makassar dalam membaca isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan.
"Kita dituntut melek terhadap berbagai isu penting, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga persoalan sosial dan ekonomi kemasyarakatan," kata Supratman.
Isu-isu tersebut tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari realitas kehidupan warga yang harus didengarkan, dipahami, dan dicarikan solusi bersama.
| Ketua DPRD Makassar Antar Ibunda Berangkat Haji |
|
|---|
| Pekuburan di Makassar Sudah Penuh, Legislator Muchlis Misbah: Pemkot Segera Antisipasi |
|
|---|
| Kantor DPRD Makassar Terapkan Sistem Pilah Sampah, Wujud Nyata Dukungan Program Wali Kota |
|
|---|
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-24-DPRD-MKS-123.jpg)