Haul AGH Abdurrahman Ambo Dalle
Teladani AGH Ambo Dalle, Prof Muammar Bakry: Transformasi Dakwah Lewat Medsos
Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar hadir dengan mengenakan setelan sarung putih dan baju hitam sambil membawa tasbih.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Antara lain Syekh Mahmud Al-Jawad, Sayyid Abdullah Dahlan, dan Sayyid Hasan Al-Yamani (kakek Dr. Zaki Yamani, mantan Menteri Perminyakan Arab Saudi).
Ambo Dalle tidak melewatkan kesempatan baik itu.
Dia menimba ilmu dari ulama-ulama tersebut dengan mengikuti pengajian mereka dengan cara halakah (duduk bersila).
Rupanya, ia tidak merasa puas dengan mempelajari bidang agama saja.
Maka, Ambo Dalle meninggalkan Wajo menuju Makassar dan belajar pada sekolah guru yang dilaksanakan Syarikat Islam (SI). Setelah tamat, ia kembali ke Sengkang memperdalam ilmu agamanya.
Tahun 1928, KH Muhammad As’ad Bin Abd. Rasyid Al-Bugisy, ulama Bugis yang berasal dari Wajo dan lahir di Mekah pada tahun 1907, kembali ke tanah leluhurnya dalam usia 21 tahun.
Kiai As’ad hafal Al Quran pada usia 14 tahun. Dia membuka pengajian di Sengkang yang dilaksanakan di masjid dan di rumahnya sendiri.
Dalam memberikan pengajian, Kiai As’ad menggunakan bahasa Bugis dengan fasih sebagai bahasa pengantar, meskipun ia sendiri lahir dan dibesarkan di Mekah.
Hal itu karena bahasa Bugis sebagai bahasa ibu tetap dipelihara dan digunakan dalam lingkungan rumahnya.
Suatu ketika, Kiai As’ad (Anregurutta Sade’) mengunjungi tempat Ambo Dalle memberikan pengajian Alquran.
Santrinya cukup banyak. Saat itu, selain mengajar mengaji, Ambo Dalle juga telah diangkat sebagai jurutulis pembantu pada kerajaan bawahan (Sullewatang) Tancung.
“Itu karena ia mempunyai kelebihan diantara kelebihan lainnya, yakni kemahiran dan kecepatan tangan kirinya menulis indah sama dengan tangan kanannya,” ujar Ahmad Rasyid.
Melihat Ambo Dalle, Anregurutta As’ad mempunyai firasat bahwa orang ini bakal menjadi ulama besar. Ia lantas mengajaknya bergabung dalam pengajiannya, hal mana ternyata dipenuhi oleh Ambo Dalle.
Sejak itu, ia mengikuti pengajian Anregurutta As’ad dengan tekun.
Rupanya, sang kiai sering mengamati secara diam-diam santrinya yang satu ini. Dalam penglihatanya, Ambo Dalle adalah adalah murid yang cerdas.
| Gurutta Faried Wadjedy: AGH Ambo Dalle Tak Pernah Terima Amplop saat Berdakwah |
|
|---|
| Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka Siwa Dapat Rp600 Juta dari Kementerian Agama |
|
|---|
| Syaharuddin Alrif Hadiri Haul AGH Abdurrahman Ambo Dalle di Wajo sebagai Alumnus DDI |
|
|---|
| Syaharuddin Alrif Hadiri Haul AGH Ambo Dalle di Siwa Wajo, dr Baso Dampingi |
|
|---|
| Prof Nasaruddin Umar Akui AGH Abdurrahman Ambo Dalle Ulama Disegani di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HAUL-AGH-Potret-tokoh-dan-ulama-hadiri-Haul-ke-29-AGH.jpg)