Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haul AGH Abdurrahman Ambo Dalle

Teladani AGH Ambo Dalle, Prof Muammar Bakry: Transformasi Dakwah Lewat Medsos

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar hadir dengan mengenakan setelan sarung putih dan baju hitam sambil membawa tasbih.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Jabal Qubais
HAUL AGH - Potret tokoh dan ulama hadiri Haul ke-29 AGH Abdurrahman Ambo Dalle di Ponpes Al Mubarak Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Tobarakka Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (30/11/2025) 

 Antara lain Syekh Mahmud Al-Jawad, Sayyid Abdullah Dahlan, dan Sayyid Hasan Al-Yamani (kakek Dr. Zaki Yamani, mantan Menteri Perminyakan Arab Saudi).

Ambo Dalle tidak melewatkan kesempatan baik itu.

Dia menimba ilmu dari ulama-ulama tersebut dengan mengikuti pengajian mereka dengan cara halakah (duduk bersila).

Rupanya, ia tidak merasa puas dengan mempelajari bidang agama saja.

Maka, Ambo Dalle meninggalkan Wajo menuju Makassar dan belajar pada sekolah guru yang dilaksanakan Syarikat Islam (SI). Setelah tamat, ia kembali ke Sengkang memperdalam ilmu agamanya.

Tahun 1928, KH Muhammad As’ad Bin Abd. Rasyid Al-Bugisy, ulama Bugis yang berasal dari Wajo dan lahir di Mekah pada tahun 1907, kembali ke tanah leluhurnya dalam usia 21 tahun.

Kiai As’ad hafal Al Quran pada usia 14 tahun. Dia membuka pengajian di Sengkang yang dilaksanakan di masjid dan di rumahnya sendiri.

Dalam memberikan pengajian, Kiai As’ad menggunakan bahasa Bugis dengan fasih sebagai bahasa pengantar, meskipun ia sendiri lahir dan dibesarkan di Mekah.

Hal itu karena bahasa Bugis sebagai bahasa ibu tetap dipelihara dan digunakan dalam lingkungan rumahnya.

Suatu ketika, Kiai As’ad (Anregurutta Sade’) mengunjungi tempat Ambo Dalle memberikan pengajian Alquran.

 Santrinya cukup banyak. Saat itu, selain mengajar mengaji, Ambo Dalle juga telah diangkat sebagai jurutulis pembantu pada kerajaan bawahan (Sullewatang) Tancung.

“Itu karena ia mempunyai kelebihan diantara kelebihan lainnya, yakni kemahiran dan kecepatan tangan kirinya menulis indah sama dengan tangan kanannya,” ujar Ahmad Rasyid.

Melihat Ambo Dalle, Anregurutta As’ad mempunyai firasat bahwa orang ini bakal menjadi ulama besar. Ia lantas mengajaknya bergabung dalam pengajiannya, hal mana ternyata dipenuhi oleh Ambo Dalle.

Sejak itu, ia mengikuti pengajian Anregurutta As’ad dengan tekun.

Rupanya, sang kiai sering mengamati secara diam-diam santrinya yang satu ini. Dalam penglihatanya, Ambo Dalle adalah adalah murid yang cerdas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved