Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RT RW Makassar

DPRD Makassar Sorot Dugaan Intervensi dan Intimidasi dalam Pemilihan RT/RW

Pemilihan Ketua RT/RW di Makassar memanas. DPRD menyoroti dugaan intervensi dan intimidasi yang dilakukan oknum kelurahan.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/SITI AMINAH
TRIBUN RT RW - Komisi A Bidang Pemerintahan dan Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat menginisiasi pertemuan dengan Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM), camat, hingga lurah terkait Pemilihan Ketua RT/RW. Rapat berlangsung di Ruang Paripurna Kantor Sementara DPRD Makassar Jl Letjen Hertasning, Selasa (25/11/2025)  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemilihan Ketua RT/RW di Kota Makassar memunculkan banyak gejolak.

Gesekan antarwarga mulai terjadi.

Kelurahan diduga kuat berperan menentukan kandidat dalam kontestasi ini.

DPRD Kota Makassar merespons keresahan tersebut.

Komisi A Bidang Pemerintahan dan Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat menginisiasi pertemuan dengan Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM), camat, hingga lurah.

Rapat dihadiri Ketua DPRD Makassar Supratman, A Pahlevi, Muchlis Misbah, Andi Makmur Burhanuddin, Tri Zulkarnain Ahmad, Andi Hadi Ibrahim, A Odhika, Adi Akbar, dan Meinsani Kecca.

Rapat berlangsung di Ruang Paripurna Kantor Sementara DPRD Makassar, Jl Letjen Hertasning, Selasa (25/11/2025).

Suasana rapat sedikit tegang, legislator DPRD Makassar menyampaikan keluhan warga dengan penekanan tinggi.

Ketua DPRD Makassar Supratman misalnya, ia mendapat banyak laporan ada oknum datang ke kelurahan mengatasnamakan representasi wali kota untuk menekan atau mengintervensi agar mensosialisasikan kandidat tertentu.

"Saya yakin kepala BPM juga tidak tahu, bahkan Wali Kota pun mungkin tidak tahu, tapi di bawah, di belakang, saya jelaskan bahwa ketika ada orang-orang tertentu datang kita tidak perlu menyebutkan siapa langsung gemetar lurahnya. Karena dianggap ini adalah representasi Wali Kota," ungkap Supratman dengan tegas.

Temuan lainnya, ada intimidasi untuk mengurangi kandidat yang ikut dalam pencalonan Ketua RT/RW.

Peluang mereka dimatikan dengan mempersulit pemberkasan, selalu ada alasan untuk menghambat kandidat lain untuk maju.

"Ini butuh ketegasan, Pak. Jangan orang lain dipersulit, sementara orang tertentu dimudahkan," tegas Supra memperingatkan.

Gestur tubuh Supra dengan telunjuk beberapa kali diarahkan ke depan mengisyaratkan ketegasan dan kesungguhannya menyuarakan tuntutan warga.

Ia khawatir, pelaksanaan RT/RW dengan ragam konflik akan menambah perpecahan di Makassar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved