Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RT RW Makassar

Bank Sampah Jadi Prioritas di RW 03 Kelurahan La’latang

RW 03 Kelurahan La’latang prioritaskan bank sampah untuk kurangi volume sampah dan dukung urban farming.

Tribun-Timur.com/Renaldi
RT RW - Ketua RW 03 Kelurahan La’latang, Kurniagani, saat ditemui di Kantor Lurah La'latang, Jl Krban 40 ribu jiwa, Makassar, Rabu (28/1/2026). Bank Sampah jadi prioritas Kurniagani. 

Ringkasan Berita:
  • RW 03 Kelurahan La’latang memprioritaskan bank sampah sesuai kebijakan Pemkot Makassar.
  • Pemilahan sampah dilakukan dari rumah tangga untuk mengurangi beban TPA Manggala.
  • Sampah organik dimanfaatkan untuk urban farming, non-organik bernilai ekonomis bagi warga.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Program bank sampah menjadi salah satu prioritas utama di RW 03, Kelurahan La’latang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar

Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di setiap kelurahan.

Ketua RW 03 Kelurahan La’latang, Kurniagani, mengatakan bank sampah merupakan bagian dari indikator penting dalam program pemerintah kota.

"Satu program Pemerintah Kota Makassar yang sangat diharuskan, yaitu dari sembilan indikator ini program pertama adalah pengadaan bank sampah di setiap kelurahan,” katanya saat ditemui di Kantor Lurah La'latang, Jl Krban 40 ribu jiwa, Makassar, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, keberadaan bank sampah dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. 

Ia menjelaskan, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Manggala menjadi salah satu alasan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat kelurahan. 

“Kenapa? Karena kita melihat kondisi TPA, tempat pembuangan akhir di daerah Manggala, itu bisa kita prediksi lima tahun ke depan bahwa kegiatan di TPA tersebut tidak bisa lagi ditolerir,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, warga RW 03 Kelurahan La’latang berkomitmen melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. 

“Sehingga kami di masyarakat Kelurahan La'latang, khususnya di RW 03 secara keseluruhan, dengan adanya program bank sampah ini, kami akan berusaha melakukan pemilahan antara sampah organik dan non-organik,” uajrnya.

Upaya tersebut bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. 

"Maka kami akan mengelola sampah organik dan non-organik di wilayah kita masing-masing,”ungkapnya

Kurniagani menambahkan, sampah organik akan dimanfaatkan untuk mendukung program urban farming. 

“Contohnya, sampah organik atau sampah basah akan kita buat semacam kompos sebagai bahan baku pupuk untuk kegiatan urban farming di kelurahan kita ini," kata dia. 

"Karena kami juga mempunyai program utama yaitu urban farming yang sangat terkait dengan program pemilahan sampah tersebut,” tambah dia..

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved