Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siapa Dalang Kerusuhan 298

Prof Muin Fahmal : Negara Kita Salah Urus

Pemerintah disebutnya harus dekat dengan masyarakat, caranya mendekat pada masalah yang terjadi.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
FORUM DOSEN - Guru Besar UMI Prof Muin Fahmal dalam diskusi Forum Dosen di Kantor Redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (3/9/2025). Prof Muin Fahmal melihat negara Indonesia salah urus. Kondisi ini menyebabkan terjadi kompleksitas masalah dari ekonomi, hukum hingga politik 

"Hukum kita terakhir diobok-obok. Saya simpulkan, kalau mau baik maka harus sistem politik diperbaiki sehingga lahir politisi yang negarawan," lanjutnya.

Ditengah kisruh ini, pemerintah harus gesit melihat akar masalah di masyarakat.

Pimpinan Umum Tribun-Timur, Andi Suruji melihat ketidakadilan sangat meresahkan dan membuat masyarakat murka.

Persoalan dimulai dari awal tahun, saat efisiensi mulai diterapkan.

Pemerintah memangkas anggaran transfer ke daerah secara besar-besaran.

Imbasnya, lagi-lagi ketidakadilan dirasakan masyarakat.

Titiknya saat pemerintah daerah memeras pajak terlalu tinggi, melampaui kemampuan masyarakat.

"Begitu awal tahun langsung Keppres Efisiensi tidak ada uang mengalir ke daerah. Semua kontraktor berteriak. Persoalan menggelinding semua sasaran berujung pada rakyat," jelas Andi Suruji dalam Dialog Forum Dosen tentang pemulihan bangsa di Kantor Tribun-Timur.com, Jl Opu Dg Risadju pada Rabu (3/9/2025).

"PBB naik berlipat-lipat sampai ada seribu persen. Dua hal sensitif dijaga pak Jusuf Kalla itu, terkait sangat sensitif rakyat harga beras dan BBM," lanjutnya.

Persoalan kemudian berlanjut, saat masyarakat resah dengan anomali pemerintah.

Ketika Menteri Pertanian mengumumkan sejarah baru stok beras tertinggi.

Bahkan mencapai 4 juta ton lebih, lalu mengklaim sukses melaksanakan swasembada pangan.

"Tapi kenapa harga di pasar naik? logikanya guyur pasar supaya harga tidak naik. Malah diisukan ada oplos," jelasnya.

Dulu disebutnya mudah mendapatkan beras. Pedagang, distributor hingga penggilingan memiliki stok beras.

Namun kini tiba-tiba hilang ditengah kabar stok beras melimpah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved