Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

JCH Asal Luwu Gabung Kloter 42 Embarkasi Makassar, Berangkat 20 Mei

Kasubag Kementerian Haji dan Umrah Luwu, Andi Tenriwangi, menerangkan JCH Luwu masuk kedalam kelompok terbang (Kloter) 42 Embarkasi Makassar

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
JEMAAH HAJI - - Ratusan keluarga dan kerabat memadati Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Luwu di Kecamatan Belopa Utara sejak subuh, Senin (23/6/2025). Mereka menanti kepulangan 270 jemaah haji asal Luwu yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Sebanyak 42 Jemaah Calo  Haji (JCH) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dijadwalkan akan berangkat ke Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar pada Mei mendatang.

Kasubag Kementerian Haji dan Umrah Luwu, Andi Tenriwangi, menerangkan JCH Luwu masuk kedalam kelompok terbang (Kloter) 42 Embarkasi Makassar.

Mereka dijadwalkan berangkat ke Asrama Haji Sudiang pada 19 Mei.

Kemudian sehari setelahnya 20 Mei akan melanjutkan penerbangan Jeddah, Arab Saudi pada pukul 21.15 Wita malam.

"InsyaAllah semua JCH sudah siap, termasuk administrasinya. Tinggal menunggu distribusi koper dari provinsi," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (23/4/2026) sekitar pukuk 13.43 Wita siang.

Andi Tenriwangi menyebut, Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) Embarkasi Makasaar mencapai Rp89.108.739 juta.

Sementara untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) berkisar Rp55.893.179 juta per jemaah.

"Setoran awal Rp25 juta. Kemudian pelunasan Rp28.991.936 juta. Jadi totalnya Rp55.893.179 juta setelah disubsidi pemerintah," ungkap Andti Tenriwangi.

Ia menambahkan, profil JCH Luwu mayoritas berasal dari kalangan ibu rumah tangga dan petani.

Dengan tingkat pendidikan yang beragam, mulai dari sekolah dasar hingga pascasarjana.

“Komposisi jemaah Luwu didominasi perempuan dan sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” akunya.

Dari total jemaah, sebanyak 27 orang berjenis kelamin perempuan.

Sedangkan laki-laki berjumlah 15 orang.

Dilihat dari latar belakang pekerjaan, sambung Andi Tenriwangi, ibu rumah tangga (IRT) menjadi kelompok terbanyak dengan 23 orang.

Sementara itu, jemaah yang berprofesi sebagai petani tercatat 12 orang, pegawai negeri sipil (PNS) 6 orang, dan wiraswasta 1 orang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved