Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kabar Baik! Antrean Haji Makassar Kini Lebih Cepat, Dulu 40 Sekarang Hanya 20 Tahun

Jika sebelumnya calon jamaah harus menunggu hingga 30 sampai 40 tahun, kini rata-rata sudah bisa berangkat dalam kurun sekitar 20 tahunan.

Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
HAJI 2026 - Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Makassar, H Amrullah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Masa tunggu keberangkatan haji di Kota Makassar kini mengalami percepatan signifikan.

Jika sebelumnya calon jamaah harus menunggu hingga 30 sampai 40 tahun, kini rata-rata sudah bisa berangkat dalam kurun sekitar 20 tahunan.

Perubahan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, seiring penerapan sistem baru dalam pengelolaan antrean secara nasional.

Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Makassar, H Amrullah, mengatakan penyesuaian sistem distribusi keberangkatan membuat antrean lebih efisien dibandingkan sebelumnya.

“Dulu masa tunggu bisa 30 sampai 40 tahun, sekarang rata-rata sekitar 20 tahunan jamaah sudah bisa berangkat,” ujar Amrullah, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, untuk mendapatkan nomor porsi haji, masyarakat cukup melakukan setoran awal sebesar Rp25 juta.

“Biaya awal pendaftaran haji saat ini sekitar Rp25 juta untuk mendapatkan nomor antrean,” tambahnya.

Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi ini, tercatat sebanyak 328 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Makassar dipastikan berangkat ke Tanah Suci. 

Mereka tergabung dalam Kloter 1, 10, 17, 37, dan 43 melalui Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang.

Seluruh jamaah telah mengikuti rangkaian manasik haji yang dilaksanakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun pemerintah, meliputi tata cara ibadah, kesiapan fisik, hingga mental selama berada di Arab Saudi.

Rencananya, para jamaah akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, pada 29 April 2026 mendatang.

Amrullah memastikan seluruh persiapan pemberangkatan telah rampung, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan jamaah memenuhi syarat istithaah atau kemampuan kesehatan.

Secara nasional, penyelenggaraan haji 2026 mengacu pada kebijakan Kementerian Haji Republik Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan jamaah, termasuk penguatan sistem antrean.

“Harapan kita seluruh jamaah dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan lancar, dan kembali sebagai haji yang mabrur,” Amrullah menambahkan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved