Sekolah Terintegrasi
Sekolah Terintegrasi Pertama di Sulsel Dibangun di Luwu, Pakai APBN Rp250 Miliar
Sebuah sekolah nasional terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar siap dibangun di Bumi Sawerigading.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bergerak cepat merespons program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Sebuah sekolah nasional terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar siap dibangun di Bumi Sawerigading.
Proyek ambisius yang akan dibiayai penuh oleh APBN ini bakal menjadi sekolah terintegrasi pertama di Sulawesi Selatan.
Lokasinya telah ditetapkan di Kecamatan Larompong Selatan.
Jaraknya dari Kantor Bupati Luwu di Jl Pahlawan, Kelurahan Senga, Kota Belopa, sekitar 28,4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 36 menit berkendara.
“Lokasinya sudah kami usulkan. Ini proyek pusat senilai Rp250 miliar untuk satu unit sekolah,” tegas Patahuddin kepada awak media usai buka puasa bersama di Rujab Bupati Luwu, beberapa waktu lalu.
Pembangunan sekolah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, 3 Februari 2026.
Presiden menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan guna menghapus ketimpangan antarwilayah.
Konsep sekolah ini terbilang lengkap dan modern.
Dalam satu kawasan, tersedia jenjang pendidikan mulai dari PAUD dan SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
Fasilitasnya juga cukup lengkap.
Menurut Patahuddin, selain laboratorium berstandar tinggi, sekolah ini akan memiliki fasilitas olahraga, termasuk lebih dari satu lapangan sepak bola.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi Kaddiraja, menjelaskan sekolah ini mengadopsi pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports).
“Kami ingin sekolah ini jadi pusat pembinaan siswa secara menyeluruh. Bukan cuma unggul di sains dan teknologi, tapi juga di olahraga dan seni,” ujar Andi Palanggi kepada Tribun-Timur.com, Kamis (2/4/2026).
Selain kurikulum nasional, sekolah ini juga memberikan pengayaan internasional.
| Bupati Wajo Minta ASN Naik Motor ke Kantor, PNS Maros 4 Hari Kerja, 1 Hari di Rumah |
|
|---|
| Jusuf Kalla: WFH Bukan Solusi Hemat BBM |
|
|---|
| Mencari Kewenangan di Tengah Jalan Berlubang |
|
|---|
| Mangaji Tudang: Mengukuhkan Keluhuran Multikultural dari Pesantren untuk Generasi Z |
|
|---|
| Puji Gubernur Sulawesi Selatan, Letjen TNI Gabriel Lema: Ini Kekuatan Strategis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SEKOLAH-TERINTEGRASI-Ilustrasi-sekolah-terintegrasi.jpg)