Pasokan BBM Luwu Timur 16.000 Liter per Hari, Kadis Imbau Warga Tenang Isu Kelangkaan BBM
Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menegaskan ketersediaan stok BBM di Bumi Batara Guru.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Koperindag) meminta warga agar tidak panik dengan stok dan harga BBM.
Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menegaskan ketersediaan stok BBM di Bumi Batara Guru.
Kata Senfry, Luwu Timur kini berada dalam kondisi sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Ia mengimbau, para pengendara dan masyarakat umum untuk tetap tenang dan melakukan pembelian secara wajar.
Langkah ini sekaligus menghindari fenomena pembelian berlebih atau panic buying yang justru merugikan kepentingan publik.
Menurut Senfry, gejolak yang terjadi di lapangan belakangan ini lebih banyak dipicu oleh penyebaran berita bohong atau hoaks terkait rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Hal inilah yang mendorong masyarakat melakukan pengisian di luar batas kewajaran.
Padahal, berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, pasokan dari Pertamina ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan konsisten sesuai dengan alokasi harian yang telah ditetapkan.
Transparansi mengenai volume liter per hari yang masuk ke setiap SPBU menjadi bukti.
Dalam rincian sebaran kuota harian, SPBU Wotu, Mangkutana, Ussu, dan Puncak Indah tercatat sebagai titik dengan alokasi terbesar, masing-masing mendapatkan suplai sebanyak 16.000 liter Pertalite dan 16.000 liter Solar setiap harinya.
Sementara itu, untuk wilayah Nuha, alokasi Pertalite disiapkan sebanyak 16.000 liter dengan dukungan Solar sebesar 8.000 liter.
Menurut Senfry, pola distribusi ini dirancang untuk memastikan wilayah-wilayah dengan mobilitas tinggi tetap mendapatkan layanan maksimal tanpa perlu khawatir akan kehabisan stok di tengah jalan.
Pemerataan pasokan juga terlihat di titik-titik lain seperti SPBU Tomoni dan SPBU Labose yang masing-masing mendapatkan jatah 8.000 liter untuk Pertalite dan Solar.
Adapun di SPBU Asuli, pasokan Solar diprioritaskan lebih besar mencapai 16.000 liter berbanding 8.000 liter Pertalite.
Sementara untuk SPBU Burau, meski saat ini telah menyuplai 8.000 liter Pertalite, layanan Solar memang terpantau belum tersedia.
| WFA Tak Hambat Layanan, Dinas Pertanian Takalar Tetap Layani Pengurusan Barcode BBM Subsidi |
|
|---|
| SPBU Modern di Pattene Maros Beroperasi: Dexlite Rp24.150 dan Pertamax Rp12.600 / liter |
|
|---|
| Kenaikan Harga Cabai Tidak Dipengaruhi BBM, Tapi Akibat Cuaca |
|
|---|
| Jangan Panik, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman |
|
|---|
| Pastikan Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman, Pertamina: Tidak Perlu Beli Berlebihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Koperindag-Luwu-Timur-Senfry-Oktavianus.jpg)