Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahasiswa Makassar Demo Tolak Harga BBM Naik, Jl Pettarani Macet

Pendemo yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) ini, menyuarakan aspirasi sembari membakar ban di badan jalan

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Sejumlah aktivis mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di pertigaan Jl AP Pettarani-Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026). Selain itu BBM, mahasiswa juga menyoroti melemah nilai tukar rupiah dan RUU Kepolisian. 

Ringkasan Berita:
  • Pendemo yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) ini, menyuarakan aspirasi sembari membakar ban di badan jalan
  • Mereka juga menghadang truk yang melintas, lalu dijadikan panggung orasi
  • Akibatnya, ruas jalan nasional di kawasan perkantoran ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, mengalami kemacetan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sejumlah aktivis mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di pertigaan Jl AP Pettarani-Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026).

Lokasi ini berada di depan lokasi kantor DPRD Kota Makassar yang sebelumnya terbakar dalam demo rusuh 28 Agustus 2025 lalu.

Di depannya, juga terdapat kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pendemo yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) ini, menyuarakan aspirasi sembari membakar ban di badan jalan.

Mereka juga menghadang truk yang melintas, lalu dijadikan panggung orasi.

Akibatnya, ruas jalan nasional di kawasan perkantoran ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, mengalami kemacetan.

Utamanya arus kendaraan dari arah Fly Over ke pertigaan Jl Sultan Alauddin.

Tak jarang, sahut-sahutan bunyi klakson mewarnai kemacetan di tengah orasi tuntutan yang terus disuarakan mahasiswa.

Dalam aksi, GAM membentangkan spanduk bertuliskan "Rezim Prabowo Gibran Penghianat Rakyat"

Tulisan kekecewaan itu, menyertakan tiga poin tuntutan; Stabilkan nilai tukar rupiah, tolak kenaikan harga pertamax dan cabut UU Polri yang beru disahkan.

Panglima GAM, Fajar Wasis, yang memimpin jalannya unjuk rasa mengatakan, bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar memunculkan kekhawatiran serius atas stabilitas ekonomi nasional.

Bahkan, kata dia, jika tak kunjung normal, kondisi itu akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

"Ketika nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan, maka muncul kekhawatiran stabilitas ekonomi," ujar Fajar di lokasi.

"Melemahnya rupiah berapotensi meningkatkan harga berbagai barang dan jasa. Ini kemudian mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen," lanjutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved