Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif

Ketua Komisi II DPR RI menekankan pentingnya kajian objektif pembentukan Daerah Otonomi Baru Luwu Raya.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
DOB LUWU RAYA - Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda bersama anggota Komisi II Taufan Pawe dan Gubernur Sulsel di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis (12/3/2026). Rifqinizamy meminta draft kajian Luwu Raya diperbaiki agar lebih objektif dan rasional. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, meminta kajian pembentukan DOB Luwu Raya lebih objektif. 
  • Potensi SDA besar, tetapi kewenangan provinsi dan pembagian fiskal harus jelas agar daerah mampu berdiri sendiri. 
  • Komisi II terbuka meninjau moratorium, dengan tetap mengutamakan rasionalitas dan aturan UU.

TRIBUN-TIMUR.COM - Perjuangan Provinsi Luwu Raya tetap membara.

Meskipun draft kajian pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya perlu dimatangkan.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menjelaskan Luwu Raya merupakan daerah dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.

Luwu Raya punya kekayaan baik dibidang pertanian, perkebunan hingga pertambangan.

Rifqinizamy menjelaskan seluruh pihak nantinya harus paham terkait kewenangan pengelolaan SDA.

Membentuk provinsi baru, bukan hanya memikirkan potensi hasil alam dan kaitannya terhadap fiskal daerah.

Namun perlu dikaji dengan berdasar pada aturan Undang-Undang. 

"Antara potensi dengan kewenangan tadi saya sarankan untuk dibikinkan kajian yang objektifnya. Ya emang potensinya kan besar,

Sumber daya langsung dan ekonomi besar tapi kira-kira kalau jadi provinsi itu kewenangan provinsi apa bukan?," Kata Muh Rifqinizamy yang mengenakan jas biru di Rujab Gubernur Sulsel di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, Sulsel pada Kamis (12/3/2026) sore.

"Lalu kalaupun kewenangan provinsi. Nanti formula hubungan keuangan pusat dan daerahnya Seperti apa?," jelasya.

Batasan kewenangan pengelolaan SDA antara pemerintah pusat dan daerah inilah yang harus dimatangkan kajiannya.

Guna menjawab mampukan daerah berdiri sendiri dengan mengandalkan hasil SDA yang terbagi nantinya di pusat.

Draft kajian pembentukan Luwu Raya pun perlu diperbaiki kembali dengan berdasar pada pembagian kewenangan pusat dan daerah

"Sehingga kemudian nanti bisa dilihat tuh antara costnya Dengan pendapatannya seperti apa?. Sehingga rasionalitasnya terjamin," sambungnya.

Rifqinizamy menyebut Komisi II terbuka dengan permintaan pembukaan Moratorium.

Apalagi kebijakan ini disebutnya merupakan warisan dari periode sebelumnya.

Komisi II disebtunya terbuka untuk membahas aspirasi pembentukan daerah baru.

"Kami sekali lagi tidak anti terhadap moratorium karena istilah moratorium itu tidak lahir dari DPR, istilah itu muncul dulu di rezim pemerintahan yang lalu dan dengan apa yang kami lakukan tadi mudah-mudahan ikhtiar untuk kita membuka ruang ya bagi aspirasi daerah otonomi baru itu bisa kita lakukan, yang penting objektif," katanya.

Pertemuan membahas Luwu Raya ini berlangsung tertutup di ruang utama Rujab Gubernur Sulsel.

Hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman dan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy datang bersama Anggota Komisi II Taufan Pawe

Hadir juga Wali Kota Palopo Naili Trisal, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim serta Bupati Luwu Patahuddin.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyebut seluruh pihak sudah menyampaikan usulan pembentukan DOB.

Baik itu dari tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa hingga kepala daerah.

"Mereka sudah sampaikan seluruh apa yang ingin disampaikan terkait DOB Luwu Raya dan Luwu Tengah," ujar Andi Sudirman.
Usai rapat, seluruh pihak nampak saling berbincang.

Termasuk para kepala daerah se-Luwu Raya hingga Gubernur Sulsel Andi Sudirman . (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved