Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Luwu Raya

Tomas Larompong Selatan Anton Dukung DOB Luwu Raya: Kalau Tidak Tutup Jalan, Tidak Didengar

Aksi demonstrasi elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa menuntut Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya-Kabupaten Luwu Tengah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
PROVINSI LUWU RAYA - Aksi demonstrasi elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa menuntut Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya-Kabupaten Luwu Tengah terus menggema di Kabupaten Luwu. Aliansi Masyarakat Luwu Raya kembali berunjuk rasa di Jl Poros Makassar-Palopo, Kelurahan Benepute, Kecamatan Larompong Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Aksi demonstrasi elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa menuntut Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya-Kabupaten Luwu Tengah terus menggema di Kabupaten Luwu.

Aliansi Masyarakat Luwu Raya kembali berunjuk rasa di Jl Poros Makassar-Palopo, Kelurahan Benepute, Kecamatan Larompong Selatan.

Mobil bak terbuka berwarna hitam dibuat melintang menutup penuh badan jalan.

Didekatnya ada timbunan tanah yang sengaja ditumpahkan.

Mengakibatkan ruas jalan provinsi itu tidak bisa dilalui oleh pengendara.

Tak jauh dari lokasi demonstran berorasi spanduk bertulis "Aliansi Masyarakat Luwu Raya Sahkan Luwu Tengah Menuju Provinsi Luwu Raya" dibentangkan.

Aksi unjuk rasa ini menarik simpati elemen masyarakat.

Baca juga: BPP DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah Resmikan Sekretariat di Jakarta

Selain mahasiswa, masyarakat juga terbuka mendukung aksi yang menunrut pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.

"Mendukung apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa. Tentunya ini meneruskan semangat kami," jelas warga, Anton Arif yang juga ikut berorasi di jalan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.17 Wita sore.

Anton Arif menyebut, tuntutan DOB lahir dari keresahan Wija to Luwu yang selama ini dikesampingkan dalam pembangunan.

Kendati demikian, ia merasa sebagai suatu daerah yang padu, Provinsi Luwu Raya harus segera diwujudkan.

"Tetapi sudah saatnya, Luwu yang dulu menjadi satu menjadi provinsi. Karena Luwu Raya menjadi harga mati," beber tokoh masyarakat Larompong Selatan itu.

Dihadapan pengendara yang kendaraannya terpaksa tidak bisa melintas, Anton Arif mengungkapkan maaf.

Kata dia, blokade jalan ini jadi salah satu langkah agar tuntutan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah didengar oleh elit pemerintah pusat.

"Apabila adik-adik mahasiswa, melakukan aksi damai ini, tidak menutup jalan, tidak akan didengar," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved