Provinsi Luwu Raya
Ekspor Nikel Sulsel Anjlok Jika Luwu Raya Mekar Jadi Provinsi Baru
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur ekspor Sulsel saat ini sangat bergantung pada nikel
Ringkasan Berita:
- 4 kabupaten Luwu Raya selama ini menjadi penopang utama komoditas unggulan ekspor Sulsel, khususnya nikel dan produk turunannya
- Pengamat ekonomi Abdul Muttalib Hamid, menilai dampak pemisahan Luwu Raya dari Sulsel akan sangat signifikan
MAKASSAR, TRIBUN - Kinerja ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) berpotensi tertekan jika Luwu Raya lepas dari Sulsel.
Luwu Raya mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo.
Selama ini empat daerah tersebut menjadi penopang utama komoditas unggulan ekspor Sulsel, khususnya nikel dan produk turunannya.
Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid, menilai dampaknya akan sangat signifikan.
“Kalau Luwu Raya berpisah, sudah pasti ekspor Sulsel anjlok,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur ekspor Sulsel saat ini sangat bergantung pada nikel.
Pada Desember 2025, nikel memberikan kontribusi sebesar 62,29 persen dari total ekspor bulanan Sulsel.
Aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel tersebut sebagian besar berlokasi di wilayah Luwu Raya, terutama di Kabupaten Luwu Timur.
Selain nikel, Luwu Raya juga berperan dalam rantai pasok komoditas lain, seperti hasil perikanan, garam, serta bahan tambang nonmigas.
Secara tahunan, ekspor nikel Sulsel sepanjang Januari hingga Desember 2025 masih mencatat kenaikan 1,63 persen.
Capaian itu terjadi di tengah penurunan tajam komoditas lain, seperti besi dan baja yang anjlok hingga 42,83 persen.
Dari sisi pelabuhan, Pelabuhan Malili di Luwu Timur menjadi pintu utama ekspor Sulsel dengan kontribusi 62,29 persen pada Desember 2025.
Angka tersebut jauh melampaui kontribusi Pelabuhan Makassar yang berada di kisaran 32,02 persen.
BPS Sulsel mencatat, secara keseluruhan nilai ekspor Sulsel sepanjang Januari hingga Desember 2025 mengalami penurunan 22,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260206-Khaerul-Agus-bahas-nikel.jpg)