Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

BBM dan LPG Langka di Lutra-Lutim, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying

Kelangkaan BBM dan LPG di Luwu Utara–Luwu Timur akibat terganggunya distribusi, Pertamina tambah pasokan dan imbau warga bijak membeli…

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
BBM LUTRA - Antrean pembelian BBM di SPBU Masamba, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026). Pertamina Patra Niaga menanggapi kelangkaan BBM dan LPG di Luwu Utara serta Luwu Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Penutupan akses Jalan Trans Sulawesi pekan lalu membuat distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara-Luwu Timur , Sulsel, terganggu. 
  • Antrean panjang di SPBU dan kelangkaan LPG 3 kg berdampak pada sopir angkutan serta rumah tangga.
  • Pertamina menambah pasokan BBM dan LPG, mengoperasikan FT Palopo lebih lama, serta menggelar operasi pasar. 
  • Warga diimbau tidak melakukan panic buying agar distribusi segera normal.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Penutupan akses Jalan Trans Sulawesi di sejumlah titik di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara terjadi akibat aksi unjuk rasa pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya pekan lalu.

Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di SPBU serta kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Antrean panjang berdampak langsung pada aktivitas sopir angkutan umum.

Waktu kerja mereka banyak tersita untuk menunggu pengisian BBM sehingga perjalanan berkurang dan pendapatan harian menurun.

Risal (44), sopir angkutan umum di Luwu Utara, mengatakan antrean panjang BBM sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Biasanya antre sampai dua jam. Kadang datang sore, baru dapat BBM sampai malam,” kata Risal, Rabu (4/2/2026).

Sebelum antrean terjadi, ia mampu melayani penumpang hingga dua kali perjalanan pulang-pergi dalam sehari.

Kini sebagian besar waktunya habis di SPBU.

Meski pendapatan menurun, para sopir memilih tidak menaikkan tarif angkutan karena khawatir memberatkan penumpang.

Sebagian penumpang menunjukkan empati dengan memberi tambahan biaya secara sukarela.

Selain BBM, warga juga mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi.

Mirna, seorang ibu rumah tangga, mengatakan gas melon sulit diperoleh dalam sepekan terakhir dan harganya melonjak hingga Rp40 ribu per tabung.

“Harus mutar cari di mana ada, itu pun harganya sampai Rp40 ribu per tabung,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan distribusi BBM dan LPG ke Luwu Utara dan Luwu Timur mulai berangsur pulih setelah akses jalur utama kembali terbuka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved