Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

Pantas Minta DOB Luwu Tengah, Ternyata Warga Walmas Tempuh 70 Km Urus Administrasi ke Belopa

Yandi mengungkapkan keluhan urusan administrasi jadi alasan mereka menuntut pembentukan DOB Luwu Tengah

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/dok pribadi Yandi
PROVINSI LUWU RAYA - Aliansi Wija to Luwu menyatakan sikap usai pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama empat kepala daerah se-Luwu Raya. Ketua PP IPMIL Luwu Yandi mengancam akan kembali melakukan aksi demonstrasi sampai DOB Luwu Raya-Luwu Tengah terbentuk. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Walmas Kabupaten Luwu mesti menempuh jarak 70 kilometer apabila ingin mengurus administrasi
  • Baik itu urus SIM, KTP, KK, dan keperluan lainnya
  • Oleh karena itu warga Walmas meminta DOB Luwu Tengah

 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Masyarakat Walenrang-Lamasi (Walmas) Kabupaten Luwu mesti menempuh jarak 70 kilometer apabila ingin mengurus administrasi.

Mereka harus ke Kota Belopo Luwu untuk mengurus KTP, SIM, adapun keperluan pelayanan publik lainnya.

Perwakilan Aliansi Wija to Luwu dari Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Yandi mengungkapkan keluhan itu jadi alasan mereka menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah.

Bagi Yandi dkk, Luwu Tengah bukan soal menambah kursi pemerintahan.

Menurutnya, ini jadi cara memangkas pelayanan publik yang selama ini terpisah jarak hampir 70 kilometer jauhnya dengan ibu kota Kabupaten Luwu, Belopa.

Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menilai, Andi Sudirman luput membahas mengenai kebutuhan penting masyarakat Walmas itu.

"Narasi yang dibangun Gubernur dan Sekdanya hanya dari segi aspek regulasi, bahwa sedang ada moratorium dan sulit dilakukan pemekaran. Lupa bahwa Luwu Tengah sudah menjadi kebutuhan masyarakat demi percepatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik," terangnya.

Delapan jam perjalanan Aliansi Wija to Luwu dari Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, hanya berujung pada 'ceramah' satu arah tentang moratorium di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, Kamis (29/1/2026) malam.

Aliansi merasa pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Sekda, Jufri Rahman merupakan formalitas tanpa solusi konkret.

"Tidak ada sesi dialog, hanya pemaparan satu arah saja. Itulah yang membuat kami semua geram," jelas perwakilan aliansi, Yandi kepada Tribun-Timur.com, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 09.37 Wita pagi.

Pertemuan selama hampir dua jam dibalut makan malam itu, menurut Yandi, tak lebih dari sekedar pelepas kewajiban.

"Pertemuan semalam hanya menunaikan kewajiban pemprov soal isu yang tengah berkembang di Luwu Raya, tanpa bisa menemukan solusi kongkrit. Apalagi mendorong rekomendasi dan pengawalan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya," ungkapnya.

Luapan kekecewaan Yandi, beserta aliansi dilanjutkan dengan usaha mengajak Andi Sudirman untuk berdialog langsung.

"Iye benar, makanya kami mendatangi kembali gubernur setelah pertemuan itu," akunya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved