Provinsi Luwu Raya
3 Hari Diblokade Imbas Demo Pemekaran Luwu Raya, Kini Jembatan Baliase Bisa Dilalui Kendaraan
Sebelum pembukaan jalan, aparat dan pemerintah telah beberapa kali melakukan negosiasi dengan massa Wija to Luwu.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, LUTRA - Setelah sempat tertutup beberapa hari, Jembatan Baliase yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini kembali dapat dilalui kendaraan.
Sebelumnya, ratusan warga menutup akses jalan di Jembatan Baliase pada Jumat (23/1/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membakar ban di sisi utara dan selatan jembatan sebagai bentuk protes.
Demonstran juga menghentikan dua unit truk yang kemudian digunakan sebagai panggung orasi.
Selain itu, pada hari yang sama, massa aksi memotong batang pohon berukuran besar di sekitar jembatan menggunakan chainsaw milik warga setempat.
Batang pohon tersebut kemudian dibentangkan di badan jalan sehingga melumpuhkan total arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi.
Akibat penutupan tersebut, kendaraan dari arah selatan menuju utara maupun sebaliknya tidak dapat melintas selama sekitar tiga hari.
Kini, akses jalan di Jembatan Baliase telah kembali dibuka.
Informasi tersebut diketahui dari unggahan Dandim 1403 Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, melalui akun WhatsApp pribadinya.
Baca juga: Tuntut Pemekaran Provinsi Luwu Raya, Demonstran Blokade Jalan Pakai Ekskavator
Dalam video yang diunggah, Babinsa Baliase, Serma Hardi, melaporkan kondisi terkini di lokasi.
“Hari ini, Senin 26 Januari 2026 pukul 08.50 Wita, Jembatan Baliase sudah terbuka total. Arus lalu lintas juga terlihat sudah lancar,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia menambahkan, aparat gabungan masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengatakan pembukaan akses jalan dilakukan sejak pagi hari oleh aparat keamanan bersama pemerintah setempat.
“Sekitar jam enam tadi pagi, polisi, tentara, dan pemerintah setempat datang memindahkan kayu yang dibentangkan di jalan. Memang ada beberapa warga yang sempat mencoba mencegah pembukaan jalan, namun mereka justru diamankan. Alhamdulillah, warga yang sempat diamankan sudah dipulangkan,” katanya.
Menurutnya, sebelum pembukaan jalan, aparat dan pemerintah telah beberapa kali melakukan negosiasi dengan massa Wija to Luwu.
“Memang sudah beberapa kali aparat dan pemerintah bernegosiasi agar akses jalan dibuka, tapi masyarakat tidak pernah setuju,” tutupnya.
Terkait rencana aksi selanjutnya, masyarakat Wija to Luwu menyampaikan akan melakukan evaluasi dan konsolidasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
Dibukanya kembali akses jalan tersebut disambut lega para pengguna jalan yang sebelumnya terjebak akibat penutupan jalur utama Trans Sulawesi. (*)
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
| Nasib Draft Luwu Raya Tertahan di Kemendagri, Ini Alasan Dirjen Otonomi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260126-Jembatan-Baliase.jpg)