Provinsi Luwu Raya
Tuntut Pemekaran Provinsi Luwu Raya, Demonstran Blokade Jalan Pakai Ekskavator
Demonstrasi mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya hingga, Senin (26/1/2026), masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Luwu.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Demonstrasi mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya hingga, Senin (26/1/2026), masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Luwu.
- Massa dari kalangan mahasiswa memblokade jalan di simpang empat Padang Sappa, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu.
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Puluhan masyarakat dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di simpang empat Padang Sappa, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (26/1/2026).
Dalam aksi tersebut, massa memblokade jalan utama sehingga arus lalu lintas lumpuh total.
Demonstran memarkir sebuah ekskavator, mobil, serta pikap yang dilengkapi pengeras suara tepat di tengah jalan agar kendaraan tidak dapat melintas.
Pada badan ekskavator terpasang kain putih bertuliskan “NKRI dan Provinsi Luwu Raya Harga Mati”.
Pada ekskavator berwarna kuning itu terlihat tulisan Cv Bina Usaha.
Massa aksi juga membakar ban di sisi utara dan selatan ekskavator.
Akibat penutupan jalan tersebut, kemacetan panjang tak terhindarkan.
Puluhan truk, mobil boks, serta mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terjebak di lokasi.
Baca juga: Emas dan Nikel Luwu Raya Disinggung Anak Buah Andi Sudirman, Minta Semua Pihak Bersabar!
Kendaraan roda dua dan sebagian mobil kecil dialihkan melalui jalur alternatif.
Salah seorang pengemudi truk mengaku telah terjebak macet sejak siang hari.
“Saya terjebak macet dari jam 13.00 Wita. Saya bawa bahan bangunan dari Makassar ke Luwu Timur. Sepanjang perjalanan, ini pertama kalinya terjebak macet karena unjuk rasa,” ujarnya menunjuk demonstran.
Baca juga: Blokade Jalan Pakai Eskavator, Warga Padang Sappa Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya
Ia menambahkan, dirinya sengaja memperlambat waktu keberangkatan untuk menghindari kemacetan, namun tetap terjebak.
“Kalau macet begini, tentu kami sebagai pengendara rugi waktu dan uang,” katanya.
Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi yang juga Kepala Lingkungan Tentram, Kelurahan Padang Subur, Kecamatan Ponrang, Iwan Patangke, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
“Kami ingin menyuarakan tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Kami memarkir alat berat di tengah jalan supaya pemerintah melihat dan merealisasikan apa yang menjadi tuntutan kami,” kata Iwan sembari menunjuk ekskavator di belakangnya.
Ia menegaskan, aksi serupa akan terus dilakukan hingga tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya terealisasi.(*)
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260126-Demo-Luwu-Raya-pakai-alat-berat.jpg)