Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

7 Jam Jalan Trans Sulawesi Batas Wajo-Luwu Diblokade Massa Pendukung Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Aliansi Masyarakat Larompong-Larompong Selatan memblokade Jalan Poros Makassar-Palopo, Jumat (23/1/2026).

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
LUWU RAYA - Aksi demonstrasi Mahasiswa-Masyarakat Larompong-Larompong Selatan saat memblokade Jalan Poros Makassar-Palopo di gapura perbatasan Kabupaten Luwu-Wajo di Kecamatan Larompong Selatan, Jumat (23/1/2026) malam.   

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Aliansi Masyarakat Larompong-Larompong Selatan memblokade Jalan Poros Makassar-Palopo, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 01.30 Wita siang. 

Puluhan demonstran turun di jalan menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. 

Gapura batas Kabupaten Luwu-Wajo dipadati pendemo. 

Mereka terdiri dari elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. 

Spanduk bertulis 'Makarkan Provinsi Luwu Raya dibentangkan di mobil truk tronton yang melintang di jalan. 

Setelah hanpir tiga jam berorasi, demonstran yang kesal mulai mengecor hampir seluruh badan jalan. 

Menurut warga sekitar, aksinya mengecor jalan itu dimulai sekitar pukul 16.00 Wita sore, sehabis salat ashar. 

Baca juga: Warga Cor Batas Luwu - Wajo Tuntut Pemekaran Provinsi Luwu Raya, Jalan Poros Palopo-Makassar Lumpuh

LUWU RAYA - Ribuan masyarakat Luwu Utara unjuk rasa di Monumen Masamba Affair, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Mereka berunjuk rasa menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya. (Sumber: Andi Bunayya Nandini)
LUWU RAYA - Ribuan masyarakat Luwu Utara unjuk rasa di Monumen Masamba Affair, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Mereka berunjuk rasa menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya. (Sumber: Andi Bunayya Nandini) (Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini)

Jendlap aksi, Muh Huzair Tarmisi Alam (25) menuntut, Presiden Prabowo Subianto memberikan diskresi bagi DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. 

"Apa yang menjadi tuntutan daripada gerakan itu adalah kebijakan diskresi pemerintah pusat, bagaimana memberikan sesuatu yang khusus bagi Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah untuk bisa cepat disahkan," bebernya kepada Tribun-Timur.com, saat ditemui di lokasi aksi. 

Huzair menyebut, pengecoran jalan merupakan ekspresi kekesalan masyarakat setelah berjam-jam melakukan orasi. 

Sebab, kata dia, semua masyarakat mendukung jika Luwu Raya pisah dari Sulawesi Selatan. 

"Dengan adanya pengecoran itu, menjadi bukti persatuan Wija to Luwu, menandakan adanya dukungan dari semua elemen," ungkapnya. 

Ia menambahkan, aksi demonstrasi susulan akan kembali dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Larompong-Larompong Selatan. 

Sampai desakan itu bisa didengar orang nomor satu di Indonesia, Prabowo Subianto. 

"Kami akan terus menyuarakan, sampai  Presiden Indonesia itu kemudian mewujudkan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah," tandasnya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved