Musim Pancaroba
Waspada ISPA di Musim Pancaroba, Dokter Harun Ungkap Gejala dan Cara Cegah
Musim pancaroba picu peningkatan ISPA. Dokter Harun Iskandar bagikan tips cegah ISPA, termasuk vaksin untuk lansia.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sejumlah kota dan kabupaten di Sulawesi Selatan mulai memasuki musim pancaroba.
Pancaroba adalah peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Cuaca tak menentu.
Pagi hingga siang panas terik, sore mulai turun hujan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Masyarakat diimbau waspada.
Baca juga: Operasi Jantung Bukan Akhir, dr Sugisman: Ini Awal Kualitas Hidup Lebih Baik
Dokter Spesialis Paru, M Harun Iskandar, menjelaskan ISPA disebabkan virus influenza dan bakteri.
Gejala ISPA akibat virus mirip flu biasa: batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Di musim peralihan seperti sekarang, kasus ISPA berpotensi meningkat.
Penanganannya cukup dengan istirahat, makan bergizi, dan konsumsi vitamin.
Sedangkan ISPA akibat bakteri ditandai dahak kental berwarna kuning atau hijau, disertai demam tinggi.
Penanganannya memerlukan antibiotik.
“ISPA disebabkan virus flu dan infeksi bakteri lain, bedanya di dahak,” jelasnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (6/10/2025).
Dokter yang akrab disapa Harun ini menyebut semua kelompok usia bisa terkena ISPA.
Namun, lansia lebih rentan karena imunitas rendah.
| Musim Pancaroba, Guru Besar FKM UMI Prof Andi Rizki Amelia: Waspadai Penyakit Menular |
|
|---|
| 3.300 Kasus ISPA di Bone Selama Oktober, Diare 393 |
|
|---|
| 11 Warga Palopo Positif DBD Selama Oktober |
|
|---|
| Demam dan Flu Dominasi Keluhan Pasien di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa |
|
|---|
| Musim Pancaroba? Ini 5 Tips Kesehatan ala Direktur RSUD Batara Guru dr Daud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-06-dr-harun.jpg)