Prof Hasanuddin Remmang Resmi Jadi Guru Besar, Soroti UMKM dan Era Digital
Prof Iskandar sendiri merupakan guru besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi, kepakaran Sosiologi Pembangunan dan Perubahan Sosial.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prof Hasanuddin Remmang resmi menyandang guru besar atau profesor dalam Bidang Ilmu Manajemen, kepakaran Kewirausahaan.
Ia dikukuhkan bersama Prof Iskandar di Balai Sidang 45 Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (31/3/2026).
Prof Iskandar sendiri merupakan guru besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi, kepakaran Sosiologi Pembangunan dan Perubahan Sosial.
Pengukuhan kedua guru besar ini dihadiri Kepala LLDikti Wilayah IX Dr Andi Lukman, Ketua BPH Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud H Baharuddin Rachim, Rektor Prof Batara Surya, jajaran senat, dosen, dan staf, serta keluarga besar profesor yang dikukuhkan.
Prof Hasanuddin Remmang melalui perjalanan akademiknya yang panjang.
Mulai dari pendidikan dasar di Bone hingga meraih gelar doktor di Universitas Negeri Makassar.
Ia juga memilili pengalaman strategis sebagai pimpinan di berbagai lembaga kampus.
Hal ini menjadi fondasi kuat dalam kontribusinya terhadap pengembangan institusi.
Dalam pengukuhan itu, pria kelahiram Bone 1 Februari 1963 itu membawakan orasi ilmiah berjudul “Teknologi Kewirausahaan di Era Bisnis Digital Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Industri Sutra: Peran Ekosistem dan Kolaborasi.
Prof Hasanuddin menyoroti pentingnya transformasi digital dalam mendorong daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi global.
“Perkembangan teknologi digital dalam kewirausahaan telah membawa perubahan fundamental terhadap cara dan strategi pengembangan UMKM, termasuk industri sutra yang selama ini identik dengan proses tradisional,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Terutama dalam penguatan identitas produk berbasis budaya lokal.
Menurutnya, kolaborasi mampu menciptakan sinergi dalam pengembangan produk, pemasaran bersama, serta memperkuat posisi industri sutra sebagai bagian dari ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, Prof Hasanuddin mengungkapkan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.
Namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam adopsi teknologi digital.
“UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja, namun tingkat pemanfaatan teknologi digital masih rendah sehingga perlu dukungan ekosistem yang lebih kuat,” jelasnya.
| Bahasa Indonesia dan Kebangkitan di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
| Kongsi² Beli Hewan Qurban Adalah Sebuah Fikhi |
|
|---|
| Gaungkan Moralitas Digital, Kemenham Sulsel Perkuat Literasi HAM 300 Mahasiswa Unibos |
|
|---|
| Prof Firdaus Resmi Sandang Guru Besar UIN Alauddin, Usung Tafsir Sufi Nusantara |
|
|---|
| UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Prof Hamdan Terharu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GURU-BESAR-Prof-Hasanuddin-Remmang-guru-besar-Unibos.jpg)