UIN Alauddin
Dosen Universitas Gunadarma Jabat Ketua IKA FEBI UIN Alauddin Makassar
Mega Oktaviany mengajak seluruh civitas akademika dan alumni untuk merenungkan kembali hakikat almamater.
Ringkasan Berita:
- Mega Oktaviany terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar.
- Dosen Universitas Gunadarma itu mengajak alumni dan civitas akademika memaknai kembali almamater sebagai tempat lahirnya intelektual muslim, bukan sekadar tempat menempuh pendidikan.
- Mega Oktaviany menolak sekadar beretorika dan mengingatkan pentingnya ikatan alumni yang kuat.
TRIBUN-TIMUR.COM - Mega Oktaviany terpilih menjabat Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar.
Mega Oktaviany merupakan dosen Universitas Gunadarma.
Ia juga sebagai salah satu alumni terbaik FEBI UIN Alauddin Makassar.
Di atas mimbar, Mega menolak untuk sekadar beretorika.
Ia justru mengajak seluruh civitas akademika dan alumni untuk merenungkan kembali hakikat almamater.
Baca juga: Idrus Marham Harap Alumni UIN Alauddin Jadi Episentrum Syiar Islam di Kawasan Timur Indonesia
"FEBI UIN Alauddin bukanlah sekadar gedung tempat kita dulu mengejar SKS atau sekadar nama di ijazah. Kampus ini adalah rahim yang melahirkan kita menjadi intelektual muslim," ujar Mega dalam rilisnya ke Tribun Timur, Sabtu (7/3/2026).
Meski kini sukses berkarier di Ibu Kota sebagai dosen di Universitas Gunadarma, Mega membuktikan dirinya tidak pernah lupa pada akar budaya dan asal-usulnya.
Hal ini terlihat saat ia mengutip Pappaseng (pesan leluhur) Bugis yang menggemakan semangat persaudaraan tanpa batas.
"Rebba sipatokkong, mali siparappe. Sirui menre' tessirui no', malilu sipakainge," ujarnya di hadapan para Guru Besar.
Kalimat yang berarti "ketika rebah saling menegakkan, ketika hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas bukan ke bawah, dan saling mengingatkan saat khilaf".
Langkah Mega Oktaviany memimpin IKA FEBI dipandang sebagai momen kebangkitan.
Rekam jejaknya sebagai alumni berprestasi dan dedikasinya di dunia pendidikan nasional diharapkan mampu merajut ribuan alumni yang kini tersebar sebagai birokrat, pengusaha, hingga praktisi keuangan.
Mega menutup dengan sebuah pantun manis yang memukau hadirin, mengisyaratkan kapal besar IKA FEBI UIN Alauddin kini siap berlayar membelah tantangan ekonomi nasional dengan sinergi yang tak tertandingi.
| Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Akan Belajar Big Data, Algoritma, AI Demi Adaptasi Industri Media |
|
|---|
| Deng Ical: Kita Tak Butuh Senjata Jika Dapur Aman |
|
|---|
| Sosok Guru Besar UIN Alauddin Bakal Susul Prof Kamaruddin Berkarir Kemenag, Disiapkan Jabatan Dirjen |
|
|---|
| Profil Hamdan Juhannis, Rektor 2 Periode UIN Alauddin Disapa 'Pak Dirjen' oleh Menteri Agama |
|
|---|
| Dua Putra Soppeng Raih Gelar Profesor di UIN Alauddin Setahun Terakhir, Sama-sama Alumni DDI Pattojo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-08-Mega-Oktaviany-merupakan-dosen-Universitas-Gunadarma.jpg)