Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIN Alauddin

Wahyuddin Halim dan 2 Dosen Ushuluddin Tolak Karangan Bunga saat Pengukuhan Guru Besar UIN Alauddin

Wahyuddin Halim bakal dikukuhkan bersama dua profesor lainnya yaitu Rahmi Damis dan Marhaeni Saleh.

Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
GURU BESAR - Wahyuddin Halim dosen UIN Alauddin Makassar. Wahyuddin Halim menolak karangan bunga saat pengukuhan guru besar. 

Ringkasan Berita:
  • Dosen UIN Alauddin Makassar, Wahyuddin Halim, menolak karangan bunga menjelang pengukuhan guru besar pada 28 April 2026. 
  • Ia akan dikukuhkan bersama Rahmi Damis dan Marhaeni Saleh dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di auditorium kampus.
  • Penolakan karangan bunga disampaikan melalui brosur yang disebar di media sosial. Wahyuddin menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan menolak niat baik, melainkan ingin menjaga acara tetap sederhana, fokus pada nilai akademik, serta mengurangi limbah.

TRIBUN-TIMUR.COM - Dosen UIN Alauddin Makassar, Wahyuddin Halim, menolak karangan bunga saat pengukuhan guru besar.

Pengukuhan guru besar UIN Alauddin Makassar dijadwalkan 28 April 2026.

Wahyuddin Halim bakal dikukuhkan bersama Rahmi Damis dan Marhaeni Saleh.

Ketiganya dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin, Makassar.

Penolakan karangan bunga disampaikan dalam bentuk brosur kemudian disebar di media sosial. Ia menuliskan:

Baca juga: UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah KINMU V 2026, Hadirkan Beragam Cabang Lomba

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan penuh syukur, kami sampaikan bahwa insya Allah pada Selasa, 28 April 2026, kami akan dikukuhkan sebagai Guru Besar di UIN Alauddin Makassar dalam acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di gedung auditorium kampus kami.

Melalui postingan ini, dengan hormat kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara(i) untuk hadir dalam acara tersebut.

Satu hal yang ingin kami sampaikan lebih awal dengan hormat: kami tidak menerima karangan bunga.

Bukan karena kami tidak menghargai niat baik di baliknya, justru sebaliknya.

Kami ingin momen ini tetap fokus pada substansinya sebagai forum akademik, sederhana dalam penampilan, serta bebas dari limbah kertas yang tidak perlu. Hal ini juga sejalan dengan semangat ekoteologi yang diusung Kementerian Agama RI.

Jika kawan-kawan berniat tulus menyampaikan ucapan selamat, maka pesan teks, flyer, atau video melalui media sosial adalah pilihan yang bebas biaya, mudah, dan bahkan dapat menjangkau lebih banyak orang serta bertahan lebih lama.

Bagi kami, selama dilandasi ketulusan, ucapan selamat dalam bentuk digital pun sama berharganya dengan karangan bunga mana pun.

Yang paling kami nantikan adalah kehadiran Anda secara langsung, disertai doa yang tulus dan kehangatan silaturahmi.

Mohon bantuan untuk menyebarkan pesan ini ke jaringan media sosial masing-masing agar teman, kolega, dan kerabat lain yang memiliki niat baik yang sama dapat memahami alasan kami.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved