Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Pelabuhan Al-Balad Jeddah dan Jejak Jamaah Haji Dunia

Dari Nusantara, India, Afrika, Turki, Persia, hingga Asia Tengah, para tamu Allah datang melalui jalur laut yang panjang dan penuh risiko. 

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
GERBANG HAJI TUA- Kawasan tua Al-Balad di Kota Jeddah, Arab Saudi. Pelabuhan tua di kota itu menjadi tempat pertama jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia menapakkan kaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. 

Ringkasan Berita:
  • Kawasan tua Al-Balad di Jeddah pernah menjadi gerbang utama jamaah haji dunia pada awal abad ke-20. 
  • Jamaah dari Nusantara, India, Afrika, hingga Asia Tengah menempuh perjalanan laut berbulan-bulan penuh risiko demi tiba di Tanah Suci melalui pelabuhan Laut Merah tersebut.
  • Pelabuhan Jeddah kala itu menjadi titik temu budaya Islam dunia. Suasana ramai dipenuhi pedagang, buruh, dan jamaah dari berbagai bangsa dengan bahasa serta pakaian berbeda. 

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH- Di pesisir Laut Merah, kawasan tua Al-Balad pernah menjadi salah satu gerbang terpenting dunia Islam. 

Pada awal abad ke-20 terutama sekitar tahun 1925, pelabuhan tua di kota itu menjadi tempat pertama jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia menapakkan kaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

Dari Nusantara, India, Afrika, Turki, Persia, hingga Asia Tengah, para tamu Allah datang melalui jalur laut yang panjang dan penuh risiko. 

Perjalanan haji kala itu bukan sekadar ibadah, tetapi pengorbanan besar yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, biaya mahal, dan keberanian menghadapi maut di tengah samudra.

Dari pelabuhan-pelabuhan besar Nusantara seperti Batavia, Surabaya, Semarang, Makassar, Padang, dan Aceh, para jamaah menaiki kapal uap Belanda maupun kapal dagang Arab menuju Jeddah. 

Banyak di antara mereka adalah petani desa yang menabung seumur hidup demi menunaikan rukun Islam kelima.

Baca juga: 10.800 Galon Air Zamzam Tiba di Asrama Haji, PPIH Embarkasi Makassar Mulai Distribusi ke Daerah

Kapal-kapal haji tampak megah dari kejauhan dengan cerobong asap hitam mengepul ke langit. 

Di atas dek kapal, jamaah tidur berdesakan di atas tikar pandan dan peti kayu. 

Ombak Samudra Hindia mengguncang perjalanan selama berminggu-minggu.

Sebagian jamaah mabuk laut, jatuh sakit, bahkan meninggal sebelum tiba di Tanah Suci.

Namun semangat mereka tak pernah surut. Pada malam hari, lantunan doa, ayat suci Al-Qur’an, dan shalawat terdengar menggema di tengah lautan.

Saat kapal mulai mendekati Jeddah, tangis haru pecah di antara para jamaah. 

Dari kejauhan tampak kota pelabuhan tua dengan rumah-rumah batu karang berwarna kecokelatan dan menara masjid berdiri di tepi Laut Merah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved