Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Tempe Orek 5 Kg dalam Koper Jamaah Haji Dibongkar Petugas X-Ray Bandara Jeddah

Petugas X-Ray awalnya menemukan benda yang tidak dikenali di dalam koper sehingga memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
BARANG MENCURIGAKAN- Tim Bagasi Bandara Jeddah PPIH Arab Saudi, Muhammad Riza Fahlevi dan Darmawan W menjelaskan temuan pihak bandara dalam koper jemaah haji Indonesia, Senin (11/5/2026). Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sempat membongkar koper milik jemaah haji asal Embarkasi Palembang karena dicurigai membawa barang mencurigakan dalam jumlah besar. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sempat membongkar koper milik jamaah haji Indonesia asal Embarkasi Palembang karena dicurigai membawa barang mencurigakan dalam jumlah besar.

Setelah diperiksa, isi koper tersebut ternyata berupa tempe orek dengan berat diperkirakan mencapai lima kilogram.

Tim Bagasi Bandara Jeddah PPIH Arab Saudi, Muhammad Riza Fahlevi, mengatakan petugas X-Ray awalnya menemukan benda yang tidak dikenali di dalam koper sehingga memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Petugas curiga karena ada barang yang tidak mereka ketahui dengan jumlah cukup banyak. Setelah dibongkar ternyata isinya tempe orek berkilo-kilogram,” kata Riza saat ditemui di Bandara Jeddah, Senin (11/5/2026).

Menurut Riza, setelah mendapat penjelasan dari petugas pendamping bahwa barang tersebut merupakan makanan khas Indonesia, koper akhirnya diizinkan kembali dibawa oleh jamaah.

Selain tempe orek, petugas juga menemukan kasus lain berupa minyak zaitun yang dikemas berlapis menggunakan lakban sehingga memicu kecurigaan petugas keamanan bandara.

“Kemasan itu yang membuat petugas X-Ray curiga dan meminta pembongkaran,” ujarnya.

Riza mengimbau jamaah agar tidak membawa makanan dalam jumlah berlebihan maupun mengemas barang dengan cara yang dapat memicu kecurigaan petugas bandara.

Ia menegaskan, proses pemeriksaan dan pembongkaran koper dapat menghambat distribusi bagasi jamaah lain menuju hotel di Makkah.

“Karena proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jamaah lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir menjelaskan, terdapat perbedaan sistem penanganan koper antara Bandara Madinah dan Bandara Jeddah.

Kata dia, di Bandara Madinah koper jamaah ditangani melalui gedung khusus kargo dan bagasi.

Sementara di Jeddah fasilitas tersebut tidak tersedia sehingga diperlukan petugas penghubung untuk memantau lokasi penurunan bagasi jamaah.

“Di Jeddah tidak ada gedung khusus bagasi sehingga perlu ditempatkan petugas sebagai penghubung untuk mengetahui area penurunan koper jamaah,” ujar Abdul Basir.

Setelah proses pengecekan selesai, koper jamaah kemudian diangkut menuju Makkah menggunakan truk kontainer milik pihak syarikah. (hasim arfah/mch 2026)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved