Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Pelabuhan Al-Balad Jeddah dan Jejak Jamaah Haji Dunia

Dari Nusantara, India, Afrika, Turki, Persia, hingga Asia Tengah, para tamu Allah datang melalui jalur laut yang panjang dan penuh risiko. 

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
GERBANG HAJI TUA- Kawasan tua Al-Balad di Kota Jeddah, Arab Saudi. Pelabuhan tua di kota itu menjadi tempat pertama jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia menapakkan kaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. 

Kala itu pelabuhan belum memiliki dermaga modern. Kapal besar harus berhenti agak jauh dari pantai, lalu jamaah diangkut menggunakan perahu kecil menuju daratan.

Kota Tua yang Menjadi Titik Temu Dunia Islam

Suasana pelabuhan saat itu sangat ramai dan penuh warna. 

Buruh Arab memanggul karung rempah, kopi, dan kain dari kapal dagang. 

Pedagang India menawarkan teh hangat dan makanan. 

Jamaah Afrika mengenakan kain putih panjang, sementara jamaah Melayu memakai sarung, peci hitam, dan jubah sederhana.

Bahasa Arab bercampur dengan Melayu, Urdu, Persia, Turki, dan Swahili menciptakan gambaran persatuan umat Islam dunia yang datang dengan tujuan sama: menuju Baitullah.

Kawasan Al-Balad kemudian berkembang menjadi pusat kehidupan Kota Jeddah.. 

Jalan-jalan sempit dipenuhi toko rempah, penginapan jamaah, pasar kurma, serta rumah-rumah khas Hijaz yang memiliki jendela kayu besar bernama rawashin.

Bangunan-bangunan tua itu dibangun dari batu karang Laut Merah dengan ukiran khas Arab yang indah. 

Pada malam hari, lentera minyak menerangi lorong-lorong kota tua, sementara suara adzan menggema dari masjid-masjid di sekitar pelabuhan.

Bagi jamaah Nusantara, Jeddah bukan hanya tempat singgah, tetapi juga pintu pertemuan budaya dan ilmu pengetahuan Islam dunia. 

Banyak ulama Indonesia menetap dan belajar bertahun-tahun di Makkah setelah tiba melalui pelabuhan ini.

Dari hubungan keilmuan itulah lahir pengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan kawasan Asia Tenggara lainnya.

Jejak Sejarah dan Perubahan Zaman

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved