Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kemenhaj Gandeng BPS Gelar Survei Kepuasan Layanan Haji 2026, Targetkan 14.400 Responden

Dadang Hardiawan, mengatakan survei tahun ini menghadirkan pendekatan baru yang lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muh Hasim Arfah
SURVEI HAJI- Rombongan Tim BPS konferensi pers di Kantor Daker Bandara, Senin (11/5/2026) sore waktu Arab Saudi.Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026 bekerja sama dengan Kementerian Haji Republik Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenhaj turunkan survei untuk mengukur kualitas layanan yang diterima jemaah haji Indonesia, mulai dari persiapan di tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi
  • Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, mengatakan survei tahun ini menghadirkan pendekatan baru yang lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya
  • Pendekatan tersebut dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas penyelenggaraan ibadah haji

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026 bekerja sama dengan Kementerian Haji Republik Indonesia. 

Survei ini dilakukan untuk mengukur kualitas layanan yang diterima jemaah haji Indonesia, mulai dari persiapan di tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, mengatakan survei tahun ini menghadirkan pendekatan baru yang lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau sebelumnya lebih banyak melihat hasil akhir layanan, tahun ini kami juga mendalami setiap proses pelayanan yang dilalui jemaah,” ujar Dadang saat meninjau layanan haji di Daerah Kerja Bandara, Jeddah, Senin (11/5/2026).

Menurut Dadang, pendekatan tersebut dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas penyelenggaraan ibadah haji, termasuk titik-titik pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Untuk menjaga validitas dan objektivitas hasil survei, BPS menerjunkan tujuh orang pengawas lapangan dengan target total 14.400 responden dari seluruh jemaah haji Indonesia.

Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik probability sampling, sehingga seluruh jemaah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi responden.

“Kami tidak memilih sampel tertentu. Semua jemaah punya peluang yang sama memberikan penilaian. Jadi hasilnya benar-benar representatif dan tidak hanya mengambil testimoni yang bagus-bagus saja,” tegasnya.

Survei SKLHI 2026 dilakukan di sembilan titik pengamatan utama, mencakup Madinah, Jeddah, Makkah, hingga kawasan Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Adapun sejumlah aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi layanan dalam negeri, layanan di Arab Saudi, hingga konsumsi jemaah.

Pada layanan dalam negeri, BPS mengevaluasi proses administrasi, layanan embarkasi, transportasi menuju bandara, serta kinerja petugas haji.

Sementara untuk layanan luar negeri, aspek yang dinilai mencakup akomodasi hotel, fasilitas tenda di Arafah dan Mina, transportasi antarkota, layanan ibadah, serta pelayanan kesehatan.

Selain itu, layanan konsumsi juga menjadi perhatian penting dalam survei tahun ini. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved