Atasi Bau Sampah di TPA Antang, DLH Semprot Pakai Ekoenzim
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kota Makassar terus berada dalam tekanan serius akibat volume sampah yang kian meningkat.
St. Mardiah Rezky Andini
Mahasiswa
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kota Makassar terus berada dalam tekanan serius akibat volume sampah yang kian meningkat. Gunungan sampah yang menjulang tidak hanya memicu bau menyengat, tetapi juga beresiko mencemari tanah dan air tanah melalui air lindi, serta meningkatkan emisi gas metana (CH₄) yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Sebagai respons atas keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melakukan penyemprotan ekoenzim, cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran. Penyemprotan ini tak dilakukan sendiri, pihaknya bekerja sama dengan International Nature Loving Association (INLA) Sulawesi Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.
Menurut Dr. Herdie Idriavien Gusti., S.Si., M.T., penyusun rencana kebijakan Bidang Persampahan DLH Kota Makassar mengatakan bahwa metode ini digunakan untuk menekan bau menyengat yang kerap terbawa angin hingga ke kawasan permukiman.
“Penyemprotan ekoenzim dilakukan ketika baru sudah dianggap mengganggu masyarakat. Ini salah satu cara paling efektif yang kami miliki saat ini untuk meredam polusi bau,” katanya saat diwawancarai pada Kamis, (11/12/2025)
Lebih lanjut, ia menjelaskan ekoenzim dipilih karena bersifat bahan yang cepat terurai dan relatif aman bagi lingkungan. Selain diaplikasikan pada timbunan sampah, cairan ini juga disemprotkan pada air lindi yang menjadi salah satu sumber utama bau.
Sejalan dengan yang dikatakan Herdie, dikutip dari jurnal agroekoteknologi terapan juga sependapat dengan hal tersebut. Bahwasanya ekoenzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah-buahan dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air.
Baca juga: Urai Antrean Armada Sampah, DLH Makassar Buka Jalur Baru TPA Antang
Produk Ekoenzim merupakan produk ramah lingkungan yang mudah digunakan dan diproduksi. Produksi ekoenzim hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan limbah organik dari sayuran dan buah-buahan. Ekoenzim dapat digunakan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga, khususnya sampah organik dengan komposisi kandungan tinggi.
Di tingkat warga, dampak program ekoenzim dirasakan beragam. Muliani (24), warga yang tinggal di sekitar TPA Antang, mengaku sulit menilai perubahan karena telah lama terbiasa dengan kondisi lingkungan tersebut.
“Kalau orang baru datang, biasanya mereka bilang baunya kuat. Tapi kalau kami yang tinggal di sini, rasanya sudah biasa,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu, (7/12/2025)
Sementara itu, Suharti (63), Ketua RT di Kompleks Borong Jambu, menilai ada sedikit penurunan bau, tetapi sosialisasi program belum merata.
“Kami sering dengar ekoenzim ini bagus, tapi banyak warga belum pernah lihat langsung cairannya atau diajari cara membuatnya. Jadi masih ragu,” katanya pada Minggu, (7/12/2025)
Namun, dari sudut pandang ilmiah, pengaruh ekoenzim memiliki batas yang jelas. Prof. Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd, dosen Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, menegaskan bahwa ekoenzim tidak dapat menggantikan sistem pengelolaan sampah skala besar.
“Ekoenzim bekerja karena sifatnya yang asam, dengan pH sekitar 3 - 4, sehingga dapat menekan aktivitas bakteri pembusuk penghasil gas berbau seperti amonia dan hidrogen sulfida,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp pada Selasa, (25/11/2025)
| Wali Kota Munafri Jagokan The Three Lions: Hampir Setiap Piala Dunia Saya Punya Jersey Inggris |
|
|---|
| Belanja Pegawai Lampaui Batas, Wali Kota Makassar Tegaskan PPPK Tetap Aman |
|
|---|
| Wali Kota Makassar Ingatkan Juri dan Wasit Jaga Integritas di O2SN dan GSI 2026 |
|
|---|
| TPA Antang Andalkan Teknologi Eco True untuk Olah Air Lindi |
|
|---|
| Munafri Arifuddin Tinjau TPA Antang, Targetkan Transformasi dari Open Dumping ke Sanitary Landfill |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250105_EKOENZIM-DLH-MAKASSAR_ekoenzim-makassar-2025.jpg)