Harga Beras dan Kol Naik di Bulukumba, Sejumlah Komoditas Lain Justru Turun
Kepala Bidang Perdagangan, Andi Mirza Melani, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras dipengaruhi oleh naiknya harga gabah di tingkat petani.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Bulukumba kembali mengalami perubahan.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Cekkeng, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (22/4/2026), beberapa komoditas tercatat naik, sementara lainnya justru menurun.
Kenaikan harga terjadi pada beras dan sayur kol.
Harga beras jenis Bromo atau IR 36 naik menjadi Rp13.000 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.
Sementara itu, beras ketan tetap bertahan di angka Rp25.000 per liter, dan beras ketan hitam dijual Rp24.000 per liter.
Kepala Bidang Perdagangan, Andi Mirza Melani, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras dipengaruhi oleh naiknya harga gabah di tingkat petani.
“Harga beras Bromo IR 36 mengalami kenaikan karena harga gabah dari petani juga naik,” ujarnya.
Baca juga: Siap Hadapi El Nino Godzilla, Bulog Bone Klaim Stok Beras Aman hingga 11 Bulan ke Depan
Selain beras, harga sayur kol juga mengalami lonjakan dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya mengalami penurunan harga.
Kentang turun dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, wortel dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, serta bawang putih dari Rp35.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.
Bawang merah juga turun signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Harga tomat, baik tomat sayur maupun tomat buah, kini berada di angka Rp15.000 per kilogram dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram.
Cabe besar dijual Rp15.000 per kilogram, sedangkan cabe kecil berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram.
Sementara itu, harga tabung elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram masih stabil, masing-masing Rp22.000 dan Rp205.000 per tabung.
Seorang ibu rumah tangga, Suryani, berharap pemerintah dapat lebih aktif memantau harga di pasar.
| Legislator Makkunrai Sulsel Sepakat Susun Perda Perlindungan Anak |
|
|---|
| Patriarki Masih Mengakar, Cerita Cicu Hadapi Stigma di Balik Meja DPRD |
|
|---|
| Alasan Cicu Sepakat Makkunrai Dijuluki Ras Terkuat di Bumi |
|
|---|
| Ketua DPRD Sulsel 5 Hari Tidur di Tenda Retret Lembah Tidar Magelang |
|
|---|
| 3 Tersangka Kasus LPG Subsidi di Bone Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260422-Pasar-Cekkeng-Bulukumba.jpg)