Kafe dan Warkop di Bulukumba Mulai Urus Izin Nobar Piala Dunia 2026
Setelah melalui proses registrasi dan verifikasi, kedai yang selama ini dikenal sebagai ruang literasi dan diskusi
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNBULUKUMBA.COM, RILAU ALE - Sejumlah pengelola kafe dan warung kopi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai mengurus lisensi resmi untuk menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Langkah itu dilakukan karena tidak semua tempat usaha diperbolehkan menayangkan pertandingan secara terbuka tanpa izin dari pemegang hak siar.
Salah satu yang telah mengantongi lisensi resmi adalah Kedai Kopi Litera di Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale.
Setelah melalui proses registrasi dan verifikasi, kedai yang selama ini dikenal sebagai ruang literasi dan diskusi itu resmi memperoleh izin penyelenggaraan nobar dari TVRI.
Owner Kedai Kopi Litera, Alfian Nawawi, mengatakan proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem yang disediakan pemegang hak siar.
Persetujuan lisensi diterima pada Jumat (5/6/2026) setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi diselesaikan.
Dengan kapasitas lebih dari 50 orang, Kedai Kopi Litera kini bersiap menjadi salah satu lokasi nobar resmi bagi pecinta sepak bola di Bulukumba.
Kehadiran lisensi tersebut memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara sekaligus menjamin masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara legal.
Selain Kedai Kopi Litera, sejumlah pelaku usaha lain juga mulai melakukan persiapan serupa.
Pengelola Warkop 47 di Jalan Bakti Adiguna, Khaerul Fadli, mengaku tengah menyiapkan fasilitas untuk menyambut pelaksanaan Piala Dunia 2026.
“Untuk saat ini kami sedang mempersiapkan fasilitas nobar Piala Dunia,” katanya.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penyelenggara nobar komersial wajib melakukan registrasi melalui portal resmi yang disediakan pemegang hak siar.
Setelah verifikasi data dan pembayaran biaya lisensi sesuai kategori usaha, penyelenggara akan memperoleh sertifikat berbentuk QR Code yang wajib dipasang di lokasi kegiatan.
Antusiasme pelaku usaha mengurus lisensi tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Selain menjadi sarana hiburan, nobar juga dinilai mampu meningkatkan kunjungan pelanggan ke kafe dan warung kopi selama turnamen berlangsung.
| Toraja Utara Tak Terjangkau Siaran Gratis Piala Dunia 2026, Bupati Akan Cek ke Komdigi |
|
|---|
| Pemain Pernah 'Dikantongi' Asnawi Mangkualam Tak Dipanggil Bela Argentina di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Warga Wajo Kecewa Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Pakai STB |
|
|---|
| Bukan Fanatisme, Wakil Ketua DPRD Gowa Dukung Spanyol Berdasarkan Kualitas Skuad |
|
|---|
| Tak Mau Lewatkan Laga Les Bleus, Komisioner KPU Bone Siap Begadang Sampai Subuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warkop-litera-izin-pildun2025.jpg)