Nelayan Hilang di Bone
29 Jam Arif Nelayan Hilang di Perairan Pallette Bone, Basarnas Turunkan 2 Tim
Tim Basarnas kini membagi operasi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) cari Arif
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Sudah 29 jam Arif (46) nelayan hilang di perairan Pallette, Kelurahan Pallette
- Tim Basarnas kini membagi operasi pencarian menjadi dua tim
- Andi Sultan, menjelaskan strategi pencarian difokuskan pada titik terakhir
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Sudah 29 jam Arif (46) nelayan hilang di perairan Pallette, Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (30/4/2026).
Arif keluar melaut sejak pukul 06.00 Wita pagi.
Hingga pukul 11.30 Wita sudah lebih dari 29 jam berlalu.
Tim sar gabungan terus mencari Arif di perairan Pallette.
Tim Basarnas kini membagi operasi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses evakuasi korban.
Kasi Operasi Basarnas, Andi Sultan, menjelaskan strategi pencarian difokuskan pada titik terakhir yang diketahui atau Last Known Position (LKP), yakni lokasi ditemukannya perahu korban.
“Pencarian kami bagi menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyelaman di titik yang diduga lokasi korban terjatuh, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan perahu karet,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, SRU 1 melakukan pencarian dengan metode penyelaman pada jarak sekitar 0,15 nautical mile (NM) dari titik acuan.
Lokasi tersebut berada pada radial 274,02 derajat atau ke arah barat dari titik penemuan perahu.
Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran laut sejauh 2 NM menggunakan rubber boat ke arah utara barat laut dengan radial 335,29 derajat dari lokasi kejadian.
“Seluruh pergerakan tim mengacu pada titik penemuan perahu korban yang menjadi LKP, sehingga pencarian lebih terarah,” jelasnya.
Adapun titik penemuan perahu korban berada di koordinat 4°28'30.47" LS dan 120°24'34.58" BT, di sekitar wilayah perairan Tanjung Pallette dan Waetuwo.
Andi Sultan menambahkan, tim juga terus berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk mengetahui jalur dan titik yang biasa dilalui korban saat mencari kepiting.
“Kami juga menggali informasi dari masyarakat terkait rute yang biasa dilalui korban, termasuk spot-spot yang sering digunakan untuk mencari kepiting, agar pencarian lebih maksimal,” katanya.
Hingga saat ini, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.
Sebelumnya, seorang nelayan dilaporkan hilang di perairan Pallette, Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (30/4/2026).
Korban diketahui bernama Arif (46), warga Lingkungan Kalicoppeng, Kelurahan Pallette, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
Ia dilaporkan hilang setelah pergi melaut untuk mencari kepiting usai menunaikan salat subuh.
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie saat dikonfirmasi mengatakan korban berangkat melaut pada pagi hari.
Namun hingga sekitar pukul 11.00 Wita belum kembali ke darat, sementara nelayan lain sudah lebih dulu pulang.
“Karena korban belum kembali, pihak keluarga bersama nelayan setempat berinisiatif melakukan pencarian,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Sekitar pukul 12.30 Wita, perahu jenis ketinting milik korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi terbalik di perairan Pallette.
Saat ditemukan, mesin perahu dilaporkan terlepas dari badan perahu dan dudukan mesin dalam kondisi pecah.
Korban tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan perahu.
"Diduga, peristiwa tersebut terjadi akibat perahu melaju dengan kecepatan tinggi atau adanya benturan dari arah belakang," akuinya.
Sementara, Kasi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengungkapkan hingga Jumat pagi, pencarian masih terus berlangsung.
“Kami masih melakukan penyisiran di sejumlah titik, termasuk jalur yang biasa dilalui korban saat melaut,” katanya.
Ia menambahkan, tim juga memperluas area pencarian hingga ke lokasi yang diduga menjadi titik korban mencari kepiting.
“Kami berkoordinasi dengan masyarakat terkait rute yang biasa dilalui korban, termasuk spot-spot yang sering digunakan untuk mencari kepiting di laut,” tambahnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut guna menghindari kejadian serupa.
Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Bone, BPBD Bone, Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, serta Satpol PP Kabupaten Bone masih terus melakukan pencarian terhadap korban.
| BREAKING NEWS: Nelayan di Bone Hilang di Laut, Perahu Ketinting Ditemukan Terbalik |
|
|---|
| Basarnas Imbau Warga Tidak Melaut Saat Cuaca Buruk |
|
|---|
| Kronologi Nelayan Hilang di Bone saat Melaut, Ditemukan Meninggal Tak Jauh dari Rumahnya |
|
|---|
| Nelayan Hilang saat Melaut di Bone Ditemukan Meninggal, Keluarga Tolak Autopsi |
|
|---|
| Breaking News: Nelayan di Bone Hilang saat Melaut Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260501-nelayan-hilang-di-bone-pencarian-update.jpg)