Setelah 15 Tahun, 'Kulit' Patung Raja Bugis Arung Palakka di Watampone Bone Dibersihkan
Patung ikonik di pusat ibu kota kabupaten berpenduduk 827 ribu jiwa ini, dibangun tahun 1990.
Patung ikonik di pusat ibu kota kabupaten berpenduduk 827 ribu jiwa ini, dibangun tahun 1990.
Seremoni peresmian bertepatan Hari Jadi ke-661 Bone pada tanggal 6 April 1991.
Saat itu, inisiator proyek ikon Raja Bone ini datang dari Kolonel (Purn) Andi Sjamsoel Alam, Bupati ke-10 Bone (6 April 1988 -17 April 1993)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bone, Dray Vibrianto, menyebut pengecatan ulang patung ini bagian dari proyek revitalisasi Taman Arung Palakka, kawasan hijau di depan Rumah Jabatan Bupati Bone.
Di mata pemerintah, selain public photo space, ikon raksasa ini juga sebagai ruang refleksi budaya dan karakter tokoh bangsa itu, termasuk siapa pembuat patung Arung Palakka tersebut.
“Pengecatan tidak langsung jadi. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, mulai dari cat dasar, rekonstruksi warna hitam, hingga lapisan berikutnya dengan sistem layer. Totalnya bisa mencapai empat sampai lima lapisan,” jelas Dray.
Menariknya, bagi Dray Vibriantor, kegiatan pengecatan Patung Arung Palakka ini memiliki cerita tersendiri, bahkan ia menyebutnya seperti sebuah takdir.
Ia mengingat, pengecatan terakhir patung tersebut juga dilakukan saat dirinya masih menjabat sebagai Kasatpol PP Kabupaten Bone pada periode kedua kepemimpinan Idris Galigo sebagai Bupati Bone.
“Saya berakhir sebagai Kasatpol PP pada tahun 2012. Saat itu, saya juga mendapat tugas melakukan pembenahan dan pengecatan patung ini. Dan sekarang, di era kepemimpinan BerAmal, saya kembali diberi amanah yang sama,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Mimpi Dicky Chandra
Sejarah proyek patung Arung Pallakka pernah dimuat pemerhati Budaya Bugis A Amir Wija To Bone.
Melalui akun facebooknya, pengurus KKSS Bontang, Kalimantan Timur ini, menulis sekelumit para pekerja patung ini.
“Dicky Chandra mengaku mendapat petunjuk lewat mimpi, sebelum membuat parung ini,” tulisnya.
Dicky adalah pematung nasional dosen tetap di Universitas Negeri Makassar tapi beliau juga sebagai dosen terbang di beberapa Universitas Seni di Indonesia termasuk di ASRI Jogjakarta.
Beliau punya keturunan Belanda, dan campuran dari beberapa suku dari Jawa, Makassar, Manado, dan Bugis Bone.
| Ini Penjelasan BPN Bone, Kenapa Transport Petugas Ukur Tak Dibiayai Pusat |
|
|---|
| Massa Laskar Arung Palakka Geruduk BPN Bone, Soroti Berkas Mandek hingga Dugaan Mafia Tanah |
|
|---|
| Kenakan Seragam Loreng, Andi Tenri Walinonong Curi Perhatian di Retret Ketua DPRD Akmil Magelang |
|
|---|
| Dipecat dari Kantornya, Pemuda Nekat Mencuri Uang Rp 130.000 |
|
|---|
| RSUD Datu Pancaitana Bone Catat Lonjakan Kasus Campak, Edukasi Warga Digencarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260203-Patung-Arung-Palakka-di-Bone.jpg)