Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Reaksi Warga Bone Soal Wacana LPG 3 Kg Diganti CNG

Menurut Nur, penggunaan LPG 3 kilogram selama ini sudah cukup membantu kebutuhan rumah tangga

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Wahdaniar
CNG- Potret gas elpiji tiga kilogram di Bone, Selasa (5/5/2026). Wacana LPG 3 Kg diganti CNG, warga Bone beri beragam tanggapan. 

Ringkasan Berita:
  • Sebagian warga Bone belum mengetahui secara jelas terkait rencana CNG gantikan gas elpiji 3 kg
  • Bahkan ada yang belum memahami apa itu CNG
  • Menurut Nur, penggunaan LPG 3 kilogram selama ini sudah cukup membantu kebutuhan rumah tangga, terutama untuk memasak sehari-hari

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Wacana penggantian LPG 3 kilogram menjadi Compressed Natural Gas (CNG) mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat, termasuk di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Namun, sebagian warga mengaku belum mengetahui secara jelas terkait rencana tersebut, bahkan ada yang belum memahami apa itu CNG.

Seorang ibu rumah tangga di Bone, Nur, mengaku baru sekadar mendengar isu tersebut tanpa mengetahui detailnya.

“Belum terlalu tahu, bahkan apa itu CNG juga belum paham,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Menurut Nur, penggunaan LPG 3 kilogram selama ini sudah cukup membantu kebutuhan rumah tangga, terutama untuk memasak sehari-hari.

Namun, ia mengaku khawatir jika nantinya terjadi perubahan yang justru memberatkan masyarakat kecil.

Nur berharap jika memang ada penggantian ke CNG, pemerintah dapat memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak menyulitkan warga.

“Kalau bisa, jangan sampai susah didapat. Selama ini saja kadang LPG sulit dicari,” katanya.

Ia juga berharap adanya bantuan dari pemerintah, terutama terkait tabung atau peralatan jika harus beralih ke CNG.

“Kalau bisa tabungnya digratiskan atau ada bantuan, supaya masyarakat tidak terbebani di awal,” tambahnya.

Hal senada disampaikan ibu rumah tangga lainnya, Hayati, yang mengaku sama sekali belum mengetahui rencana tersebut.

Ia bahkan mengaku tidak tahu apa itu CNG.

“Belum pernah dengar juga, tidak tahu itu CNG apa,” ujarnya.

Hayati berharap jika memang ada kebijakan penggantian, pemerintah terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved