Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setelah 15 Tahun, 'Kulit' Patung Raja Bugis Arung Palakka di Watampone Bone Dibersihkan

Patung ikonik di pusat ibu kota kabupaten berpenduduk 827 ribu jiwa ini, dibangun tahun 1990.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
ARUNG PALAKKA - Pengecatan ulang patung Arung Palakka setelah lebih 15 tahun di Komplek Lapangan Merdeka, Watampone, Bone, Selasa (3/2/2026). Setelah 15 tahun, 'Kulit' Patung Raja Bugis Arung Palakka di Watampone dibersihkan.  

Sebelum pengerjaan dia, bersahabat dengan seniman Bone, Yudding, atau lebih akrab dipanggil Dien Seni.

Dien Seni inilah ikut andil turut dalam proses pembuatan Patung Arung Palakka.

Dien Seni pulalah yang memperkenalkan Dicky Chandra dengan Bupati Bone, Andi Sjamsoel Alam, sekitar tahun 1990.

Sebelum proyek dibangun, Bupati Bone dan tokoh masyarakat menggelar Seminar Arung Palakka Internasional di November 1990. 

Seminar ini l dihadiri oleh para Seniman dan Budayawan, baik lokal maupun internasional.

“Setelah Seminar terlaksana selama tiga hari, pada awal tahun 1991 dibangunlah landasan patung Arung Palakka oleh bapak Andi Ikhlas Siraju, ketua Gapensi Bone dan anggota DPRD Bone. Setelah selesai landasannya barulah dibangun Patung Arung Palakka,"sambungnya.

Dicky Chandra dipercaya sebagai Desainer/Arsitek. Ia membuat dasarnya dari bahan Fiberglass di Makassar secara terpotong-potong, mulai dari kaki sampai lutut, lutut sampai selangkang, pantat sampai pundak, leher sampai kepala dan tombaknya lalu diangkut dengan truk ke Bone.

Dicky Chandra dibantu tiga orang mahasiswanya, salah satunya Husain (Uceng), mahasiswa asal Jl Bajoe, Watampone.

Proses pengerjaan memakan waktu hampir 4 bulan. Selam proses pembuatan, mereka menginap di Sekretariat Sanggar Saoraja, sekitar 50 meter dari Taman Arung Palakka.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved