Petani Bone Diminta Optimalkan Petroganik, Panen Padi Tembus 8,4 Ton per Hektare
Produktivitas padi di Bone, Sulsel naik 69 persen, stok pupuk subsidi aman hingga tiga minggu ke depan.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Pemupukan berimbang dengan menggunakan pupuk organik Petroganik terbukti mampu mendongkrak produktivitas padi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sullsel).
Hasil panen kabupaten seluas 4.559,00 km2 ini terlihat lahan demplot PT Pupuk Indonesia (Persero) di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Wilayah ini berada di bagian tengah Kabupaten Bone dan dikenal sebagai salah satu daerah pertanian, terutama untuk komoditas padi.
Berdasarkan rilis diterima Tribun-Timur.com, Senin (15/9/2025), Senior Manager (SM) Pendukung Penjualan Regional 4 Pupuk Indonesia, Endah Wulandari mencatat produktivitas padi mencapai 8,48 ton per hektare.
Baca juga: Petani Bone Terpuruk, Kemarau Panjang Picu Hama dan Turunkan Hasil Panen
Angka itu melonjak 69,6 persen dibandingkan panen sebelumnya yang rata-rata hanya 5 ton per hektare.
Endah menegaskan, penggunaan Petroganik sangat penting untuk memperbaiki kesuburan tanah.
“Petroganik membuat tekstur tanah lebih gembur, akar padi tumbuh optimal, dan kadar C-Organik meningkat sehingga penyerapan hara lebih baik,” jelasnya.
Selain Petroganik, pemupukan berimbang juga mengombinasikan pupuk subsidi dan nonsubsidi sesuai rekomendasi e-RDKK.
Menurut Endah, hasil panen membuktikan Petroganik berperan besar dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan kesuburan tanah.
“Demplot ini bukti nyata manfaat pemupukan berimbang dengan produk Pupuk Indonesia. Kami berharap petani Bone semakin termotivasi menebus pupuk Petroganik bersubsidi yang sudah dialokasikan pemerintah,” tambahnya.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memang telah menyalurkan pupuk Petroganik bersubsidi untuk mendukung ketahanan pangan.
Pupuk Indonesia juga memastikan stok aman, termasuk di Kabupaten Bone.
“Dengan hasil demplot ini, kami yakin penggunaan Petroganik secara berkelanjutan akan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” kata Endah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, mengapresiasi sinergi Pupuk Indonesia dengan pemerintah daerah.
Ia mengajak para petani untuk segera menebus pupuk organik sesuai alokasi pemerintah.
“Hasil ini membuktikan pupuk organik bersubsidi, khususnya Petroganik, mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus menyehatkan tanah. Kami mendorong petani Bone mengoptimalkan penggunaannya,” ujarnya.
Pastikan Stok Pupuk Subsidi di Sulsel Aman
Hingga 10 September 2025, Pupuk Indonesia mengaku pihaknya telah menyiapkan 140.285 ton pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan.
Jumlah ini terdiri atas 65.553 ton urea, 66.602 ton NPK, 3.898 ton NPK Formula Khusus atau NPK Kakao, dan 4.232 ton pupuk organik.
Untuk Kabupaten Bone sendiri tersedia stok 11.451 ton, meliputi 4.397 ton urea, 6.973 ton NPK, 69 ton NPK Formula Khusus, serta 12 ton pupuk organik.
Persediaan ini dipastikan cukup memenuhi kebutuhan petani terdaftar selama tiga minggu ke depan.
Kabupaten Bone terdiri dari 27 kecamatan.
Beberapa kecamatan besar di antaranya, Tanete Riattang, Barebbo, Sibulue, Cina, Kahu, dan Ajangale.
Kabupaten ini merupakan salah satu yang terluas di Sulawesi Selatan, dengan topografi dominan dataran rendah dan perbukitan. (*)
| Kritik Ranperda Kebudayaan Sulsel, Abdi Mahesa: Jangan Jadikan Pelaku Budaya Hanya Objek Festival |
|
|---|
| DPRD Sulsel Minta Kadisdik Cari Solusi, Bukan Dorong 326 Kepsek Mundur Berjamaah |
|
|---|
| Asmo Sulsel Ajarkan Warga Kassi-Kassi Makassar Cara Aman Berboncengan |
|
|---|
| Dukung Logistik dan Ekspor, Karantina Sulsel Terbitkan 72.044 Sertifikat |
|
|---|
| Dalih Kadis Pendidikan Belum Setujui Pengunduran Diri 326 Kepala Sekolah di Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-09-15-pupuk-bone.jpg)