Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Eksklusif Tribun Timur

Herpes Zoster: Usia di Atas 50 Tahun Rentan

Herpes Zoster merupakan reaktivasi dari varicella atau cacar air yang bisa menyerang berbagai kalangan usia.

Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
YouTube Tribun Timur
HERPES ZOSTER - Dokter Spesialis Dermatologi & Venereologi Primaya Hospital, dr Nurul Indah bicara soal Herpes Zoster dalam podcast Ngobrol Sehat Tribun Timur, Rabu (22/1/2025). Penyakit ini merupakan reaktivasi dari varicella atau cacar air.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Herpes Zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster.

Penyakit ini merupakan reaktivasi dari varicella atau cacar air. 

Penyakit ini bisa menyerang berbagai kalangan usia. 

Dalam podcast Ngobrol Sehat Tribun Timur edisi Rabu (22/1/2025), Dokter Spesialis Dermatologi & Venereologi Primaya Hospital, dr Nurul Indah memaparkan seperti apa gejala dan penanganannya.

Dipandu Host I Luh Devi Sania, berikut petikan wawancaranya:

Seperti apa Herpes Zoster?

Ruam berbentuk vesikel kemerahan. Biasanya unilateral, terdapat cuma satu sisi misalnya cuma sebelah kanan. 

Gejalanya?

Sangat nyeri. Biasanya setelah ruam muncul, nyerinya masih menetap. Harus ditangani cepat karena jika nyerinya berlangsung lama, akan menurunkan kualitas hidup pasien. 

Bentuk ruamnya?

Ruamnya bintil berair. Lokasinya bisa di mana saja tapi unilateral. Itu khas dari herpes zoster. 

Gejala awal pada kulit?

Ruam-ruam kemerahan disertai nyeri yang hebat. Gatalnya tidak khas. Untuk pemberian antinyeri pada pasien bisa dikategorikan, apakah sifatnya ringan, sedang ataupun berat. Kalau ringan biasa diberikan Tramadol, kalau berat diberikan obat opioid mirip dengan morfin. Penyakit ini sangat mengganggu pasien beraktivitas.

Faktor risiko?

Ada kontak dengan orang yang pernah menderita herpes zoster atau yang terinfeksi varicella. Pasien yang terkena herpes zoster itu sebelumnya pernah menderita varicella. Virusnya yang laten 'sempat tidur' aktif Kembali. Pasien yang memiliki imunitas rendah/imunokompromais itu sangat berisiko, seperti pasien kemoterapi dan HIV/AIDS. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved