Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Doa Kebangsaan

Doa selain berarti meminta kepada Tuhan, doa juga sebagai tanda syukur kepada-Nya atas kenikmatan yang telah diberikan.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
RUBRIK OPINI - Mahmud Suyuti, Katib ‘Am Jam’iyah Khalwatiyah. Mahmud Suyuti merupakan salah satu penulis rubrik Opini Tribun Timur. 

TRIBUN-TIMUR.COM - DOA adalah permohonan sesuatu kepada Tuhan (QS. al-Mukmin/40: 60), yakni meminta bantuan dari-Nya (QS. al-Baqarah/2:23).

Doa merupakan ibadah (QS. Yunus/10:106) dan Nabi saw bersabda “al-dua’u mujjul ibadah (doa sebagai inti ibadah)”, sehingga Tuhan memerintahkan hamba-Nya berdoa
(QS. al-Mu’min/40: 60).

Doa selain berarti meminta kepada Tuhan, doa juga sebagai tanda syukur kepada-Nya atas kenikmatan yang telah diberikan.

Ketika membaca QS. al-Baqarah/2: 126, di ayat tersebut terdapat kalimat doa atau harapan sekaligus tanda kesyukuran atas nikmat yang telah diberikan dan salah satunya adalah
kenikmatan kemerdekaan.

Nabi SAW dalam mengisi kemerdekaan setelah dikuasainya kota Mekah dan Madinah, beliau berdoa “Allahumma Habbib Ilaynal Madinata Kahubbi Makkata” yang artinya:
Ya Allah, jadikanlah kami cinta Negara Madinah ini, sebagaimana kami cinta kepada Makka.

Setelah Nabi SAW mengusai kedua kota suci ini, dicetuskanlah Piagam Madinah yang berisi tentang kemerdekaan adalah hak untuk semua penduduknya tanpa mengenal
suku-ras dan agama.

Jihad Kemerdekaan Berjihad yakni berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan negara sebagai kewajiban demi membela tanah air (QS.al-Haj/22: 39).

Berjihad menegakkan agama di suatu negeri sebagai perintah yang tidak bisa ditawar-tawar (QS.al-Baqarah/2: 193).

Cinta terhadap bangsa dan tanah air, negara ini NKRI sebagai simbol bagian dari keimanan terhadap Allah SWT karena kemerdekaan tersebut atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

“Hubbul Wathan Minal Iman” (Cinta terhadap negara bagian dari iman) dan sebagai ekspektasi kecintaan itu, maka setiap tanggal 17 Agustus oleh Bangsa Indonesia memperingati
hari kemerdekaannya.

Memperingati hari kemerdekaan, hari ulang tahun Republik Indonesia ke-80 (HUT RI ke-80) tahun 2025 ini sebagai refleksi penghormatan kepada para pejuang dan leluhur yang
telah menentang penjajah dengan pengorbanan yang sangat mahal harganya.

Darah dan air mata banyak menghiasi perjuangan mereka di masa silam, tidak sdikit pejuang dan leluhur gugur sebagai syahid.

Para pejuang kemerdekaan yang syahid telah meninggalkan keluarga dan isteri tercinta, anak-anak mereka menjadi yatim.

Sebagai tanda jasa dan terimakasi atas pejuang kemerdekaan adalah antara lain mendoakan mereka yang dikemas dalam doa kebangsaan.

Doa kebangsaan setiap tahun memperingati hari kemerdekaan biasanya dilaksanakan di Istana Negara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved