Perkawinan Adat Bugis di Tengah Pergeseran Era Klasik ke Kontemporer
Buku 'Botting Adek Ugi : Perkawinan Adat Bugis' Karya Prof Halilintar Lathief memantik refleksi menjaga tradisi ditengah globalisasi.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Rosalina menyebut banyak pengantin kini hanya menggunakan satu warna saja.
"Padahal filosofinya indo botting dulu mengatakan jangan lewatkan shalat 5 waktu, maknya 5 warna bunganya," lanjutnya.
Rosalina mengaku perkembangan zaman memang tak bisa dihindari.
Namun, ada nilai-nilai dari tradisi perlu dijaga.
"Mengikuti perkembangan boleh tapi jangan mengubah modelnya," tutupnya.
Ketua DPW Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia (HIPAPI) Sulsel Aida Gunawan sendiri menilai sebagai MC dirinya banyak mendapat masukan dari keinginan pengantin.
Sehingga bekal pengetahuan adat dibutuhkan untuk tetap menempatkan tradisi pada nilai-nilainya.
"Buku ini kitabnya dan jadi sumber rujukan utama," ujarnya.
Banyak tradisi disebutnya mulai bergeser dari nilainya.
Buku ini pun hendaknya menjadi pegangan untuk mengembalikan tradisi pada jalur seharusnya.
"kalau kita bicara industri banyak sudah bertentangan dengan hakikat ya. Sekarang kan kebanyakan yang memilih sanggarnya sendiri, mc sendiri, itu pengantinnya. Dulu banyak keluarga ya, sekarang sudah pengantinnya," katanya.
Rawannya pemahaman budaya minim dapat melengserkan nilai dari tradisi tersebut.
Buku Botting Adek Ugi : Perkawinan Adat Bugis Karya Prof Halilintar Lathief pun dinilai layak menjadi pedoman dalam melestarikan tradisi perkawinan bugis.(*)
| Misi Jauhi Zona Merah, PSM Makassar Wajib Menang Lawan Persik |
|
|---|
| Kabar Baik! Antrean Haji Makassar Kini Lebih Cepat, Dulu 40 Sekarang Hanya 20 Tahun |
|
|---|
| 328 Jamaah Haji Makassar Dilepas Wali Kota Munafri Arifuddin 29 April |
|
|---|
| 328 Warga Makassar Siap Berhaji 2026, Waktu Tunggu Dipangkas Jadi 20 Tahun |
|
|---|
| Prediksi Susunan PSM Makassar vs Persik Kediri: Yuran Ferandes - Aloisio Neto Kembali Tandem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250814-Bedah-Buku-Prof-Halilintar-Lathief.jpg)