Perkawinan Adat Bugis di Tengah Pergeseran Era Klasik ke Kontemporer
Buku 'Botting Adek Ugi : Perkawinan Adat Bugis' Karya Prof Halilintar Lathief memantik refleksi menjaga tradisi ditengah globalisasi.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Biasanya mappaci diadakan sehari sebelum melaksanakan akad nikah.
Calon pengantin menjalani serangkaian adat dengan nilai-nilai leluhur didalamnya.
Calon mempelai duduk di suatu tempat bersama dengan orang tua di samping kiri maupun kanan.
Tradisi klasik disebutnya memang merupakan adat kerajaan di masa lampau.
Dengan berbagai aturan dan jenis adat, tradisi klasik kerap dinilai berat terlaksana.
"Silahkan mau klasik atau modern terpenting nilainya tetap dipertahankan. Tradisi klasik berat karena dilakukan lingkungan kerajaan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Sulsel Rosalina Syamsuddin menyoroti pergeseran dalam pakaian adat bugis.
Sebab banyak dipadankan dengan pakaian dari adat daerah lainnya.
"Busananya seperti atasan kebaya, bawahan sarung sutera. Kabaya itu model Jawa dan Sumatera," katanya.
Sementara sarung sutera merupakan khas suku Bugis.
Dirinya menyebut modernisasi tidak seharusnya bergeser jauh dari tradisi klasik.
Contoh lainnya pada aksesoris pengantin di bagian kepala.
Bando dengan 17 keping mempunyai makna khusus.
"itu menandakan kita Sulsel mayoritas Islam melaksanakan shalat 17 rakaat sehari," ujar perias pengantin ini.
Sementara bunga dibagian belakang kepala kini mulai ditinggalkan.
| Alasan Arham Darmawan Tak Terlihat di Latihan PSM Makassar |
|
|---|
| 10 Hari Berlalu, Polrestabes Makassar Belum Rilis Penyebab Perempuan Tewas di Hotel |
|
|---|
| Tak Lagi Gembosi Pemain PSM Makassar, Sosok Calon Pemain Mahal Bali United Asal Kosta Rika |
|
|---|
| Dukcapil Makassar Gencarkan Layanan Kependudukan Keliling di Wilayah Kepulauan |
|
|---|
| Prof Farida 60 Hari Nakhodai UNM, Catat Prestasi Gemilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250814-Bedah-Buku-Prof-Halilintar-Lathief.jpg)