Makassar Jadi Panggung Adu Keterampilan Barista
Kompetisi barista di Makassar diikuti 32 peserta, termasuk difabel, memperebutkan hadiah Rp12 juta dan beasiswa kuliah.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Makassar tuan rumah Makassar Barista Skills Competition (MSC) 2025, 9–10 Agustus 2025 di Phinisi Point.
Ajang ini kolaborasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar dan PT Mayumi Cofreative Indonesia sebagai dukungan program Makassar Creative Hub.
Kepala Disnaker Makassar, Nielma Palamba, menyebut MSC sebagai ruang kolaboratif untuk mengakomodasi talenta muda.
“Program Makassar Creative Hub mengakomodasi talenta muda kreatif yang bisa mengembangkan potensi anak muda di Makassar,” ujarnya via rilis, Jumat (8/8/2025).
Disnaker berkomitmen menyiapkan tenaga kerja terampil dan profesional.
“Kami ingin menunjukkan anak muda Makassar punya talenta dan bakat mengelola perkopian,” katanya.
MSC juga menjadi ajang mengukur hasil pelatihan dan uji kompetensi barista Disnaker.
“Tahun ini kita mengambil skema barista. Tahun berikutnya bisa desain grafis atau konten kreator, tergantung tren di masyarakat,” tambahnya.
Ajang Pertama di Indonesia
Direktur PT Mayumi Cofreative Indonesia, Irsan Yumeno, menyebut MSC sebagai satu-satunya kompetisi barista di Indonesia menggabungkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap profesional.
“Peserta tampil 15 menit, membuat dua cangkir cafe latte, dua cangkir V60 coffee, dan dua cangkir signature beverage, sekaligus mempresentasikan produknya,” jelasnya.
Kompetisi ini menyeleksi 32 peserta, enam finalis memperebutkan juara satu, dua, dan tiga.
Hadiah berupa trofi, sertifikat, merchandise sponsor, dan uang tunai total Rp12 juta, masing-masing Rp6 juta, Rp4 juta, dan Rp2 juta.
Seluruh peserta terpilih juga mendapat beasiswa kuliah D4 Bisnis Digital di Kharisma College.
“Para juara bisa memperpanjang sertifikat kompetensinya gratis,” tambah Irsan.
| BBV Maros Imbau Warga Teliti Pilih Hewan Kurban, Ini Ciri-ciri Hewan Terindikasi PMK |
|
|---|
| DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar |
|
|---|
| Eks Lahan Hotel Sahid Makassar Disulap Jadi Mal Megah, Solihin Ungkap Banyak Kenangan |
|
|---|
| Tolak Karangan Bunga, Prof Wahyuddin Halim : Tanpa Gratifikasi, Tetapi Memiliki Gravitasi Yang Kuat |
|
|---|
| Melinda Aksa: Posyandu Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Pusat Edukasi Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-08-09-barista.jpg)