BBV Maros Imbau Warga Teliti Pilih Hewan Kurban, Ini Ciri-ciri Hewan Terindikasi PMK
BBV Maros memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Balai Besar Veteriner Maros meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memastikan ternak bebas penyakit.
- Hingga kini telah diuji 18.481 sampel dengan temuan kasus sangat kecil (kurang dari 1 persen), menunjukkan kondisi penyakit relatif terkendali.
- Masyarakat diimbau lebih teliti memilih hewan kurban, terutama mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku, serta memastikan hewan sehat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Balai Besar Veteriner (BBV) Maros, Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Iduladha.
Warga diminta mengenali ciri-ciri hewan yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) guna menghindari pembelian ternak yang tidak layak dikurbankan.
BBV Maros memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Pengawasan untuk memastikan hewan ternak yang diperdagangkan maupun dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Kepala BBV Maros, Agustia mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel hingga peralatan laboratorium guna mengantisipasi lonjakan permintaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
“Balai Besar Veteriner Maros seperti tahun-tahun sebelumnya mengambil porsi di dalam mengamankan penyakit-penyakit hewan ternak kurban yang akan diperdagangkan atau dilalulintaskan,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com di Kantor BBV Maros, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Selasa (28/4/2026).
Ia mengatakan permintaan pengujian kesehatan hewan kurban mulai meningkat dan diperkirakan terus memuncak mendekati hari H Iduladha.
Hingga saat ini, BBV Maros telah melakukan pengujian lalu lintas ternak sebanyak 18.481 sampel menjelang Iduladha.
“Pengajuan sudah ribuan dan ini akan semakin memuncak mendekati hari H,” kata Agustia.
Menurutnya, kondisi penyakit hewan ternak di Sulawesi Selatan dan sekitarnya saat ini masih terkendali.
Baca juga: Stok Hewan Kurban di Luwu Capai 3.047 Ekor, 70 Persen Pasokan dari Luar Daerah
Penyakit pada sapi, kerbau maupun kambing disebut jauh menurun dibandingkan jumlah populasi ternak yang ada.
“Laporan yang masuk ke dinas maupun ke BBVet Maros jauh berkurang. Bukan tidak ada, tapi dibandingkan dengan populasi yang sekian ratus ribu ekor, laporan itu jauh tidak berimbang sehingga kami mengatakan penyakit hewan ternak kurban saat ini terkendali,” jelas Agustia.
Dalam pengawasan lalu lintas ternak antar daerah, BBV Maros mengambil peran untuk memastikan kesehatan hewan melalui pengujian penyakit ternak sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Dari hasil pengujian tersebut, BBV Maros menerbitkan laporan hasil uji.
Hasil uji itu selanjutnya diserahkan pedagang kepada dinas terkait untuk proses penerbitan SKKH.
| Tinta Emas Kejati Sulsel di Kasus Nanas, Rakyat Menanti Keadilan yang Tuntas |
|
|---|
| Janda hingga Anak Putus Sekolah Diberdayakan di Kedai Panrita |
|
|---|
| Stok Hewan Kurban di Luwu Capai 3.047 Ekor, 70 Persen Pasokan dari Luar Daerah |
|
|---|
| Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdasarkan Kepentingan Strategis Nasional |
|
|---|
| Kawasan Timur Indonesia: Jangkar Intelektual Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260428-Kepala-Balai-Besar-Veteriner-BBV-Maros-Agustia.jpg)