Truk Tambang Ugal-ugalan di Maros, DPRD Minta Pemkab Bertindak
Aktivitas truk tambang tak hanya mengganggu warga, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama pelajar.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS -DPRD Maros menyoroti aktivitas truk tambang pengangkut tanah yang kerap melaju ugal-ugalan di jalan kabupaten.
Anggota Komisi II DPRD Maros, Andi Safriadi, meminta penindakan dari Pemkab dan instansi terkait.
“Perlu kesadaran semua pihak, terutama sopir. Jangan memacu kendaraan terlalu cepat. Maros ini padat penduduk,” kata politisi PAN itu, Rabu (30/7/2025).
Ia menyebut aktivitas truk tambang tak hanya mengganggu warga, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama pelajar.
Andi menambahkan, truk tambang juga menyebabkan kerusakan jalan.
“Truk-truk itu lewat di jalan kabupaten yang seharusnya tidak untuk kendaraan berat. Tapi kita tidak dapat kontribusi apa-apa dari retribusi tambang,” jelasnya.
Menurut dia, hingga kini Maros tidak menerima pemasukan dari sektor pajak tambang.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan studi banding ke Kendari dan Konawe, Sulawesi Tenggara, bulan depan.
“Kami ingin belajar bagaimana mereka mengelola retribusi tambang,” ucapnya.
Baca juga: 2 Hari Menghilang, Warga Bantaeng Ditemukan Tewas Mengapung di Bekas Tambang Galian C
Anggota Komisi II lainnya, Arie Anugerah, juga menyoroti truk tambang yang melintas sebelum pukul 08.00 Wita.
Ia meminta Dishub menindak tegas truk yang melanggar Peraturan Bupati.
“Beberapa titik rawan karena berdekatan dengan sekolah dan pasar. Perlu penertiban lebih serius,” tegas Arie.
Ia menduga, sopir ugal-ugalan karena kejar target muatan harian.
“Ini soal keselamatan. Harus ada pengawasan lebih ketat,” tambahnya.
Kabid Perhubungan Maros, Muhammad Darwis, mengaku sudah menerima laporan dari warga.
| Masih Ada Kesempatan Daftar Lowongan Kerja Perusahaan Tambang Adaro Energy, Terima Tamatan SMA SMK |
|
|---|
| Darurat Guru di Maros, 475 Formasi Kosong, Honorer Tak Bisa Direkrut |
|
|---|
| 2.155 Hewan Kurban Disiapkan di Maros, Asal Tompobulu Paling Banyak |
|
|---|
| Jembatan Pakere Maros Mulai Dibangun Setelah Roboh Akhir Tahun Lalu, Baru Pondasi Sudah Rp3 Miliar |
|
|---|
| Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250730-Truk-Tambang.jpg)