2.155 Hewan Kurban Disiapkan di Maros, Asal Tompobulu Paling Banyak
Jumlah tersebut masih bersifat estimasi awal dan diperkirakan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan kurban.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memastikan stok hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Maros, Farida Syukur, mengatakan saat ini ada sekitar 2.155 ekor hewan kurban disiapkan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Jumlah tersebut masih bersifat estimasi awal dan diperkirakan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan kurban.
“Baru estimasi, biasanya bertambah setelah Hari H karena adanya kurban mandiri dan dari masjid,” ujarnya kepada Tribun Timur, Rabu (29/4/2026).
Farida menjelaskan, Kecamatan Tompobulu menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 310 ekor.
Disusul Kecamatan Lau sebanyak 220 ekor, Mandai 200 ekor, serta Simbang dan Moncongloe masing-masing 195 ekor.
Sementara Kecamatan Turikale tercatat memiliki 170 ekor, Bantimurung 150 ekor, dan Maros Baru 125 ekor.
Untuk wilayah lainnya, Kecamatan Camba tercatat sebanyak 115 ekor, Tanralili dan Marusu masing-masing 110 ekor, serta Cenrana 105 ekor.
Adapun Kecamatan Bontoa memiliki 90 ekor, sedangkan Mallawa menjadi wilayah dengan jumlah paling sedikit, yakni 60 ekor.
Sementara itu, Kepala BBV Maros, Agustia, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan laboratorium untuk mengantisipasi lonjakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
“BBV Maros seperti tahun-tahun sebelumnya mengambil porsi di dalam mengamankan penyakit-penyakit hewan ternak kurban yang akan diperdagangkan atau dilalulintaskan,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, permintaan pengujian kesehatan hewan kurban mulai meningkat dan diperkirakan terus memuncak mendekati Iduladha.
Hingga saat ini, BBV Maros telah melakukan pengujian lalu lintas ternak sebanyak 18.481 sampel menjelang Iduladha.
“Pengajuan sudah ribuan dan ini akan semakin memuncak mendekati hari H,” ujarnya.
Agustia menuturkan kondisi penyakit hewan ternak di Sulawesi Selatan dan sekitarnya saat ini masih terkendali.
| Jembatan Pakere Maros Mulai Dibangun Setelah Roboh Akhir Tahun Lalu, Baru Pondasi Sudah Rp3 Miliar |
|
|---|
| BBV Maros Ungkap Ciri Hewan Kurban Terindikasi PMK Jelang Iduladha |
|
|---|
| Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta |
|
|---|
| Sinergi Global di Maros, ICon-FiBank dan IPRC Gelar Pengabdian Masyarakat Lintas Negara |
|
|---|
| Dinas PKP Parepare Catat 900 Sapi Kurban, Berkurang dari Tahun Sebelumnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peternakan-Rahma-Firdaus-milik-Haji-Pacong.jpg)