Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

May Day, 100 Buruh di Maros Bakal Turun ke Jalan, Tuntut Penghapusan Sistem Outsourcing

Massa aksi akan berkumpul di Hutan Kota Maros mulai pukul 09.00 Wita sebelum bergerak menuju sejumlah titik aksi di Kota Makassar.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MAY DAY - Aksi unjuk rasa KSPSI Maros menuntut hak pekerja beberapa waktu lalu. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Maros akan menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Jumat (1/5/2026) mendatang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Maros akan menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Jumat (1/5/2026) mendatang.

Sekitar 100 buruh dari Kabupaten Maros dijadwalkan turun ke jalan dalam aksi tersebut.

Massa aksi akan berkumpul di Hutan Kota Maros mulai pukul 09.00 Wita sebelum bergerak menuju sejumlah titik aksi di Kota Makassar.

Berdasarkan agenda yang beredar, terdapat empat titik aksi yang akan menjadi lokasi penyampaian aspirasi.

Di antaranya kantor PT Cakra Satya Internusa di Kompleks Otban Lama Simpang 5 Bandara, Mall Nipah, Mall Panakkukang dan Mall Mari.

Sekretaris KSPSI Maros, Sadikin mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi buruh terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak kepada pekerja.

“Pada momentum hari buruh semoga hubungan industrial semakin meningkat dan ekonomi kembali pulih serta percepatan pembahasan undang-undang ketenagakerjaan untuk keluar dari Undang-undang Cipta Kerja,” ujar Sadikin kepada Tribun-Timur.com, Selasa (28/4/2026).

Ia mengatakan para buruh akan membawa sejumlah tuntutan dalam aksi May Day tahun ini.

Salah satunya mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghapus sistem kerja outsourcing.

"Sebab tidak ada kepastian keberlangsungan kesejahteraan pekerja dalam sistem kerja outsourcing," bebernya.

Selain itu, buruh juga meminta PT Cakra Satya Internusa segera membayarkan hak kompensasi pekerja periode 2020 hingga 2022.

KSPSI Maros juga mendesak manajemen PT Gapura Angkasa serta pengelola Mall Nipah, Mall Panakkukang dan Mall Mari untuk mengevaluasi kerja sama dengan PT Cakra Satya Internusa.

Menurutnya, perusahaan tersebut dinilai tidak memenuhi kewajiban pembayaran hak pekerja.

Tak hanya itu, massa aksi turut meminta Otoritas Bandara Wilayah V melakukan evaluasi terhadap keberadaan PT Cakra Satya Internusa di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sadikin menegaskan aksi yang digelar merupakan aksi damai dan menjadi wadah bagi buruh untuk memperjuangkan hak-hak normatif pekerja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved