Saat Sampah Selalu Berharga, Segregation PT Vale Tampung Buangan Sekecamatan
Awak media dari berbagai daerah di Indonesia berkunjung ke site PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (24/7/2025).
Penulis: Rasni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, SOROWAKO - Sebanyak 48 awak media dari berbagai daerah di Indonesia berkunjung ke site PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (24/7/2025).
Rombongan diterbangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan pesawat ATR 42 seri 500.
Pesawat baling-baling kapasitas 42 kursi itu mengudara 60 menit.
Pesawat terbang di ketinggian jelajah 14 ribu kaki.
Media Visit bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun PT Vale Indonesia ke-57.
Setibanya di Sorowako, rombongan diarahkan menuju Taman Antar Bangsa (TAB) untuk makan siang bersama.
Usai menjelajahi TAB, saya beserta seluruh peserta Media Visit lainnya berpindah ke Segregation atau pusat pengolahan sampah, di kawasan blok Sorowako.
Perjalanan 9,6 kilometer ditempuh dari TAB, setelah 6,2 kilometer dari Bandara Sorowako, dengan kendaraan roda empat.
Baca juga: PT Vale Perkuat Literasi Lingkungan di Morowali, Dorong Transformasi Berkelanjutan
Kurang lebih dua jam peserta media visit melihat pengolahan sampah dari masyarakat satu kecamatan, Kecamatan Nuha, Luwu Timur.
Ada 500-700 kilogram sampah di-drop dari rumah karyawan maupun warga sekitar setiap harinya.
Daya tampung fasilitas ini sampai 30 ton.
Begitu tiba di lokasi setengah hektare itu, bau menyengat seperti menusuk indra penciuman.
Peserta media visit kompak menutup hidung.
Ada yang memakai telapak tangan, juga dengan hijabnya. Termasuk saya.
Truk bak lebar sekira 8,5 kaki 'memuntahkan' muatannya di area pemisahan sampah.
| Arus Mudik di Palopo Meningkat, Tarif Rp130 Ribu Masih Bertahan Meski BBM Sulit |
|
|---|
| Pilot dan Co-Pilot ATR 42-500 Putra Lutim: Bupati Menunggu Hasil Resmi, Legislator Minta Investigasi |
|
|---|
| Anak-Suami Karyawan PT Vale Luwu Timur Korban Pesawat ATR 42-500 |
|
|---|
| Bus Bintang Timur dari Makassar ke Sorowako Lutim Kecelakaan Saat Hendak Nyalip, Kondektur Tewas |
|
|---|
| Masyarakat Luwu Timur Tak Menuntut Istana, tapi Bandara Komersial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20252507-Media-Visit-Segregation-PT-Vale-Indonesia.jpg)